Gubernur Khofifah Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 di Jatim
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Gubernur Khofifah Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 di Jatim
Kominfo Jatim - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Herum Fajarwati, di Surabaya. Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) serta perkembangan indikator makro sosial ekonomi Triwulan I 2026 di Jawa Timur. Sejumlah kepala OPD turut mendampingi gubernur dalam audiensi tersebut.
Dalam pertemuan itu juga dibahas penguatan sinergi antara BPS dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memastikan seluruh tahapan sensus berjalan lancar dan tepat sasaran.
Khofifah menegaskan bahwa Sensus Ekonomi memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah maupun nasional karena hanya dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Menurutnya, data yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan ekonomi di berbagai sektor.
“Sensus Ekonomi ini sangat penting karena dilaksanakan sepuluh tahun sekali. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, mulai dari pengembangan UMKM, investasi, ketenagakerjaan hingga penguatan sektor usaha di Jawa Timur,” ujar Khofifah, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Jumat (22/5/2026).
Sementara itu, Herum Fajarwati menjelaskan bahwa pelaksanaan SE2026 akan dilakukan melalui dua mekanisme pendataan. Pertama, pengisian mandiri secara daring melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) yang berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Melalui mekanisme ini, pelaku usaha dapat mengisi data usahanya secara mandiri melalui sistem yang disediakan BPS.
Selain itu, BPS juga akan melakukan pendataan langsung door-to-door menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) dan Paper and Pencil Interviewing (PAPI) mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Dalam metode tersebut, petugas BPS akan mendatangi langsung lokasi usaha untuk melakukan wawancara sekaligus membantu pengisian data.
Herum menyampaikan, BPS telah menyiapkan total 41.538 petugas untuk mendukung pelaksanaan sensus di seluruh wilayah Jawa Timur. Jumlah tersebut terdiri dari 36.537 petugas lapangan sensus door-to-door, 4.855 pemeriksa lapangan, 100 petugas lapangan sensus usaha besar, 46 pemeriksa lapangan usaha besar, serta 538 instruktur daerah.
Menurutnya, seluruh petugas telah dipersiapkan agar mampu menjangkau seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk kawasan kepulauan dan daerah terpencil.
“BPS memastikan pelaksanaan sensus menjangkau seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terpencil, dengan jadwal yang sama. Para petugas lapangan direkrut dari wilayah masing-masing sehingga diharapkan tidak mengalami kesulitan saat melakukan pendataan di daerahnya,” kata Herum.
Melalui pelaksanaan SE2026, pemerintah berharap dapat memperoleh data ekonomi yang lengkap, akurat, dan mutakhir guna mendukung perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan di Jawa Timur.
