Gubernur Khofifah Hadiri Harlah ke - 80 Muslimat NU


Gubernur Khofifah Hadiri Harlah ke - 80 Muslimat NU

Gubernur Khofifah Hadiri Harlah ke - 80 Muslimat NU

Kominfo Jatim - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban” di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Assayid Afeefuddin Al-Jailani, cicit dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sekaligus pimpinan yayasan makam Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, yang hadir bersama keluarganya dalam peringatan Harlah Muslimat NU tersebut.

“Mudah-mudahan karomah beliau turun kepada kita semua. Insyaallah berkah maulid kita, rezeki kita, dan umur kita,” ujar Khofifah, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir (18/5/2026).

Menurutnya, Muslimat NU memiliki peran penting sebagai bagian dari kekuatan ahlussunnah wal jamaah, termasuk melalui keberadaan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU di berbagai negara. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota Muslimat NU untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi ahlussunnah wal jamaah melalui kegiatan seperti selawat, istigasah, dan manaqiban.

“Tema ‘Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban’ adalah bagian dari tradisi ahlussunnah wal jamaah yang harus terus dijaga, dikuatkan, dan dikembangkan. Mudah-mudahan keberkahan terus melimpah kepada kita semua,” katanya.

Khofifah juga menyampaikan pesan yang diterimanya dari Syekh Assayid Afeefuddin Al-Jailani mengenai pentingnya saling mendoakan antarsesama.

“Jika di sekitar kita banyak orang yang mencintai dan mendoakan kita, maka sesungguhnya kita juga punya kewajiban mendoakan orang-orang di sekeliling kita. Mudah-mudahan kita semua dianugerahi kesehatan lahir batin, keberkahan, kebahagiaan dunia akhirat, dan keluarga yang penuh keberkahan,” ujarnya.

Sementara itu, Syekh Assayid Afeefuddin Al-Jailani berharap Muslimat NU terus berkembang dan membawa manfaat yang lebih besar di masa mendatang.

“Semoga tidak hanya usianya yang delapan puluh tahun, tetapi terus bertambah hingga ratusan tahun ke depan,” tuturnya.

Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi mengatakan usia 80 tahun menjadi momentum kedewasaan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital.

Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Timur Masruroh Wahid menyampaikan bahwa perkembangan Islam di Jawa Timur tidak lepas dari peran perempuan-perempuan pejuang dan ulama yang telah memberikan pengabdian besar bagi umat.

Dalam peringatan Harlah ke-80 tersebut juga dibacakan surat pernyataan dan imbauan perdamaian dunia dari Muslimat NU kepada United Nations agar menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian dunia. Pernyataan tersebut dibacakan dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia oleh Maryam Baharudin dan Bahasa Inggris oleh Zumrotul Mukaffah.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait