Kemendagri Soroti Pentingnya Strategi Komunikasi Digital


Kemendagri RI bersama Kominfo Provinsi Jawa Timur Menggelar Bimbingan Teknis di Kantor Kominfo Jatim

Kemendagri RI bersama Kominfo Provinsi Jawa Timur Menggelar Bimbingan Teknis di Kantor Kominfo Jatim

Kominfo Jatim - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah se-Jawa Timur Tahun 2026 di Kantor Kominfo Jatim, Surabaya. Kegiatan berlangsung secara hybrid dan diikuti 80 peserta dari perangkat daerah Pemprov Jatim maupun pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Bimtek menghadirkan narasumber Pranata Humas Ahli Madya Tim Pusat Penerangan Kemendagri RI, Fachrudin Ali Ahmad, serta Peneliti Universitas Brawijaya, Keri Pranata. Sementara moderator kegiatan adalah Syahdino Pratama dari Tim Pusat Penerangan Kemendagri RI.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin yang dibacakan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Putut Darmawan, disampaikan bahwa paradigma kehumasan pemerintah saat ini terus berubah seiring perkembangan teknologi digital dan pola konsumsi informasi masyarakat.

“Pemerintah tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga harus taktis dalam membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang transparan dan solutif,” ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, strategi komunikasi pemerintah harus mampu memanfaatkan media sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

Ia juga memaparkan hasil Edelman Trust Barometer 2025 yang menempatkan Indonesia di peringkat keenam dunia dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah mencapai 75 persen. Namun, tantangan komunikasi publik di Jawa Timur dinilai semakin kompleks karena perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi digital.

Berdasarkan data APJII 2025, pengguna internet didominasi kelompok usia produktif, yakni generasi milenial sebesar 89,12 persen, Gen Z 87,80 persen, Gen X 79,48 persen, dan baby boomers 59,40 persen. Sementara Reuters Institute Digital News Report 2026 mencatat 39 persen responden muda menjadikan media sosial sebagai sumber utama berita, dengan kecenderungan berpindah dari Facebook ke Instagram, YouTube, dan TikTok.

“Mayoritas audiens pemerintah saat ini merupakan masyarakat digital dengan pola konsumsi informasi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya,” katanya.

Karena itu, humas pemerintah dituntut lebih kreatif dalam mengemas informasi, tidak hanya melalui rilis berbasis teks, tetapi juga konten audio visual yang lebih dinamis dan mudah dipahami masyarakat.

“Komunikasi pemerintah harus berbasis data dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kepercayaan publik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kominfo Jatim juga mengajak seluruh pengelola kehumasan pemerintah memperkuat koordinasi dan membangun komunikasi publik yang selaras antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

“Kegiatan Bimbingan Teknis ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas komunikasi publik di Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, narasumber dari Kemendagri RI, Fachrudin Ali Ahmad, menjelaskan bahwa strategi komunikasi merupakan bagian dari proses perencanaan yang harus disusun secara sistematis dan berbasis data.

Ia menekankan pentingnya identifikasi isu komunikasi sebagai dasar utama penyusunan strategi komunikasi pemerintah.

“Kalau tidak ada persoalan komunikasi, untuk apa strategi komunikasi disusun. Karena itu yang paling penting adalah identifikasi game atau isu komunikasinya,” ujarnya.

Menurut Fachrudin, strategi komunikasi pemerintah harus memiliki tujuan yang terukur, pesan utama yang jelas, serta langkah komunikasi yang dapat dijalankan secara proaktif maupun reaktif. Strategi proaktif dilakukan melalui penyusunan narasi sebelum isu berkembang di masyarakat, sedangkan strategi reaktif dilakukan sebagai respons cepat terhadap isu atau krisis yang muncul.

Selain itu, evaluasi komunikasi juga dinilai penting untuk mengukur efektivitas strategi yang dijalankan, termasuk melalui metode evaluasi internasional AMEC yang mengukur dampak komunikasi mulai dari output hingga impact yang dihasilkan.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait