Leadership Update Forum 2026, Satukan Visi Pemimpin Jatim
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Leadership Update Forum Seri I 2026
Kominfo Jatim - Leadership Update Forum (LUF) Seri I Tahun 2026 merupakan buah pikiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dirancang untuk mempertemukan para pemimpin daerah dalam satu forum strategis. Forum ini bertujuan menyatukan langkah kepemimpinan, tidak hanya untuk memperbarui pengetahuan, tetapi juga membangun semangat kolegial yang lebih kuat dalam membangun Jawa Timur dan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat membuka Leadership Update Forum (LUF) Seri I Tahun 2026 yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Emil menegaskan bahwa BPSDM Provinsi Jawa Timur didorong untuk bertransformasi menjadi corporate university yang berperan sebagai pusat pembelajaran berkelanjutan sekaligus penciptaan pengetahuan bagi para pemimpin pemerintahan.
“BPSDM harus menjadi corporate university yang tidak hanya melakukan pelatihan, tetapi juga menjadi pusat continuous learning dan knowledge creation bagi para pemimpin pemerintahan,” tegas Wagub Emil.
Ia menambahkan, forum ini juga menjadi ruang penting untuk menyelaraskan visi dan memperkuat kolaborasi antarpemerintah agar pembangunan di Jawa Timur dapat berjalan searah dan saling menguatkan.
“Forum ini juga menjadi ruang penyelarasan visi dan kolaborasi antar pemerintah agar pembangunan Jawa Timur berjalan searah dan saling menguatkan,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian global dan dinamika perdagangan internasional, Jawa Timur terus memperkuat perdagangan domestik serta aktif melaksanakan misi dagang antardaerah sebagai strategi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Perkembangan teknologi digital dan media sosial juga menjadi perhatian dalam forum ini. Dinamika tersebut berdampak pada percepatan pengambilan keputusan, pola komunikasi publik, serta efektivitas proses pembelajaran, sehingga menuntut kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia yang semakin adaptif.
Terkait penguatan branding daerah, Wakil Gubernur Emil menegaskan bahwa branding regional dan institusi tidak dapat dipisahkan dari kinerja nyata serta kualitas kepemimpinan kepala daerah.
“Branding regional dan institusi harus terintegrasi dengan kinerja serta kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Selasa (10/2/2026).
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Ramliyanto berharap melalui LUF Seri I Tahun 2026, penguatan City Branding, Regional Branding, dan Institutional Branding dapat semakin solid dan menjadi daya saing Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta pemerintah kabupaten/kota di kancah global.
Narasumber forum, Founder & Chair of Mcorp Hermawan Kertajaya, menekankan bahwa Gerbang Baru Nusantara merupakan branding provinsi sekaligus identitas dan citra kuat bagi Jawa Timur yang harus diwujudkan secara serius oleh Aparatur Sipil Negara.
Ia menilai branding daerah perlu berfokus pada diferensiasi autentik, bukan sekadar slogan atau komunikasi simbolik. Strategi penguatan identitas daerah harus ditopang perencanaan jangka menengah dan panjang serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Leadership Update Forum Seri I Tahun 2026 menjadi forum pembuka dari rangkaian kegiatan serupa yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026. Forum ini berfungsi sebagai ruang refleksi dan aktualisasi kepemimpinan bagi para pemimpin daerah di Jawa Timur, sekaligus membahas penyelarasan visi kepemimpinan dan penguatan kapasitas pemimpin dalam menghadapi perubahan global.
Melalui forum ini, diharapkan terwujud kepemimpinan yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan sebagai bekal membangun masa depan Jawa Timur yang kompetitif.
Forum ini diikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur dan kabupaten/kota, pimpinan BUMD di lingkungan Pemprov Jatim, Sekretaris Daerah kabupaten/kota, Kepala Bappeda kabupaten/kota se-Jawa Timur, Dinas Kominfo kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta perwakilan Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga Surabaya.
