Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Rp8,7 Miliar untuk Warga Nganjuk


Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Sosial

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Sosial

Kominfo Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk dengan total nilai Rp8,776 miliar. Bantuan tersebut meliputi bantuan sosial, zakat produktif, dukungan pemberdayaan masyarakat desa, serta bantuan pembinaan jalan kabupaten.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Pendopo Kabupaten Nganjuk. Program ini menyasar kelompok rentan, penguatan ekonomi masyarakat, serta dukungan pembangunan desa. Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan sejumlah Al-Qur’an yang dikirim dari Madinah, Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan.

“Berbagai bantuan ini diharapkan dapat memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus menjadi stimulan bagi masyarakat agar terus meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujarnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Rabu (11/3/2026).

Sebagian besar bantuan berasal dari program bantuan sosial melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dengan total nilai Rp4,001 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk sejumlah program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat rentan.

Program Program Keluarga Harapan Plus menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp2,280 miliar. Bantuan ini diberikan kepada 1.140 lansia dari keluarga penerima PKH reguler dengan nominal Rp2 juta per orang per tahun.

Selain itu, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) disalurkan kepada 167 penerima manfaat dengan total Rp601,2 juta. Setiap penerima memperoleh Rp3,6 juta per tahun yang dicairkan setiap triwulan.

Bantuan bagi masyarakat dalam kategori kemiskinan ekstrem juga disalurkan kepada 601 penerima manfaat dengan total Rp901,5 juta atau masing-masing Rp1,5 juta per tahun.

Khofifah menambahkan, berbagai program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan.

“Melalui berbagai program ini, kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan yang tepat agar mereka dapat meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain bantuan sosial, Pemprov Jatim juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui Program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam program Jawa Timur Sejahtera (Jawara). Program ini memberikan bantuan modal usaha kepada enam penerima manfaat dengan total Rp18 juta atau masing-masing Rp3 juta.

Para pilar sosial juga mendapat perhatian melalui penyaluran bantuan operasional (BOP) atau tali asih. Sebanyak 96 orang yang terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) menerima bantuan dengan total Rp200,6 juta.

Selain itu, bantuan permakanan juga diberikan kepada 40 penyandang disabilitas di Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas (LKS PD) dengan total nilai Rp183 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan berupa aspal untuk mendukung pembangunan dan perbaikan jalan di desa-desa melalui program pembinaan jalan kabupaten.

Dukungan ekonomi masyarakat turut diperkuat melalui penyaluran zakat produktif dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur kepada 100 pelaku usaha mikro dengan total Rp50 juta. Setiap penerima mendapatkan Rp500 ribu untuk mendukung pengembangan usaha.

Di sektor pemberdayaan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan keuangan khusus sebesar Rp300 juta untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di tiga desa, Rp100 juta untuk Program Desa Berdaya di satu desa, serta Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten sebesar Rp25 juta.

Dukungan bagi desa juga disalurkan melalui beberapa perangkat daerah melalui Bantuan Keuangan Desa. Dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur diberikan bantuan Rp2,4 miliar untuk lima desa, sementara dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur disalurkan bantuan Rp1,9 miliar untuk lima desa.

Khofifah berharap seluruh bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pemerintah desa.

“Semoga bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mampu memperkuat kesejahteraan dan kemandirian ekonomi di tingkat desa,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait