OPOP Jatim Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Forum Forhar
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 3 hari yang lalu
Jawa Timur Bidik Pasar Halal Dunia
Kominfo Jatim - Komitmen memperkuat ekosistem ekonomi syariah terus ditunjukkan oleh One Pesantren One Product Jawa Timur (OPOP Jatim) melalui partisipasinya dalam Rapat Koordinasi Forum Harmonisasi (Forhar) Pengembangan Ekonomi Syariah Jawa Timur, di Ruang Blambangan Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Forum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan fondasi menuju pasar halal yang lebih luas.
Rapat dipimpin Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Yono Haryono. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi, integrasi program, dan kesamaan visi antar lembaga. Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam penguatan sektor usaha berbasis syariah.
“Harmonisasi ini penting agar program yang kita jalankan saling menguatkan dan berdampak nyata bagi ekonomi syariah di Jawa Timur,” ujarnya melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Jumat (6/3/2026).
Dalam forum tersebut, Bank Indonesia Jawa Timur memaparkan implementasi Program Penerapan Halal Lifestyle sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah tahun 2026. Program tersebut dijalankan melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa sebagai sarana edukasi, sosialisasi, fair, dan business matching, termasuk rencana Pembiayaan Syariah (BPS) pada April 2026, kampanye literasi, serta onboarding pelaku usaha. Upaya ini juga diperkuat melalui program BI Goes to Pesantren dan Kampus serta diseminasi literasi digital melalui Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan FESyar Jawa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur, di antaranya perwakilan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Jawa Timur, Ketua Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren Jawa Timur, perwakilan OPOP Jatim, Departemen Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, serta Badan Amil Zakat Nasional dan sejumlah instansi lainnya. Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan keseriusan bersama dalam membangun kekuatan ekonomi umat berbasis prinsip syariah sekaligus memperkuat koordinasi program pemberdayaan UMKM secara lebih terintegrasi dan terukur.
Dalam sesi pemaparan program, masing-masing lembaga menyampaikan capaian, tantangan, serta rencana strategis ke depan. Pembahasan berfokus pada penguatan literasi ekonomi syariah, peningkatan kualitas dan daya saing UMKM, pengembangan pembiayaan syariah yang inklusif, serta optimalisasi digitalisasi usaha dan perluasan akses pasar agar produk UMKM mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Selain itu, juga dibahas upaya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah secara berkelanjutan. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif guna memastikan setiap program memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha.
Dalam sesi presentasi, OPOP Jatim yang diwakili Sekretaris Jenderal, Gus Ghofirin, menyampaikan perkembangan program serta langkah penguatan usaha yang telah dijalankan secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa OPOP tidak hanya mendorong pembentukan unit usaha, tetapi juga melakukan pendampingan mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perbaikan manajemen, peningkatan kualitas dan konsistensi produk, pembenahan kemasan, hingga penguatan branding dan perluasan akses pemasaran. Menurutnya, penguatan SDM menjadi fondasi utama agar usaha dapat dikelola secara profesional dan berkembang secara berkelanjutan.
“Kami ingin usaha yang didampingi tidak hanya berjalan, tetapi juga tumbuh dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, OPOP terus mendorong standarisasi produk, sertifikasi halal, dan penguatan branding agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Dari tahun 2019 hingga sekarang sudah ada 1.600 lebih pesantren yang diberdayakan oleh OPOP Jatim,” ungkapnya.
Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membuka peluang menuju rantai nilai halal nasional bahkan global, mengingat industri halal dunia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan setiap tahunnya.
Melalui partisipasi dalam Rapat Koordinasi Forhar ini, OPOP Jatim menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi memperkuat ekonomi pesantren dan ekosistem syariah. Penguatan aspek halal melalui standarisasi produk, sertifikasi, dan edukasi halal lifestyle juga menjadi fokus utama agar produk memiliki daya saing dan jaminan kualitas. Ke depan, OPOP Jatim berharap sinergi ini mampu mendorong Jawa Timur menjadi pusat ekonomi syariah nasional sekaligus bagian dari rantai nilai halal global.
