Kepala Diskominfo Jatim Ajak Pegawai Lakukan Transformasi Diri
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 20 jam yang lalu
Kepala Diskominfo, Sherlita Ratna Dewi Agustin
Kominfo Jatim – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengajak seluruh pegawai memaknai bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk melakukan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik. Ajakan tersebut disampaikan dalam kultum bertema Transformasi Ramadan usai salat Zuhur berjamaah di Masjid Al Qomar Kominfo Jatim, Surabaya.
Dalam tausiyahnya, Sherlita menjelaskan bahwa ibadah puasa tidak sekadar dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter agar manusia mampu meningkatkan kualitas diri sekaligus tanggung jawab dalam kehidupan.
“Puasa adalah proses peningkatan kualitas manusia menuju tanggung jawab,” ujarnya di hadapan para pegawai Kominfo Jatim, dikutip melalui laman resmi Kominfo Jatim, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, nilai-nilai transformasi yang diajarkan selama Ramadan juga sejalan dengan berbagai perubahan yang tengah terjadi di berbagai sektor, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan yang saat ini bergerak menuju transformasi digital.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menuntut perubahan pola pikir dan cara kerja aparatur agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Transformasi digital tidak hanya alatnya saja, tapi mindset-nya juga harus dirubah,” tegasnya.
Sherlita juga menekankan pentingnya kemampuan aparatur pemerintah untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat. Khususnya bagi pegawai di lingkungan Kominfo, kemampuan tersebut dinilai menjadi kunci dalam mendukung pelayanan publik berbasis digital.
Lebih jauh, ia berharap Kominfo Jawa Timur dapat menjadi ruang lahirnya talenta-talenta digital yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
“Kalau hanya bertalenta digital tanpa berakhlak, teknologi justru bisa merugikan kita dan orang lain,” ungkapnya.
Di akhir kultumnya, Sherlita mengajak seluruh pegawai menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat komitmen melakukan perubahan diri menuju pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga Ramadan ini meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita serta menuntun kita menjadi manusia yang lebih baik,” pungkasnya.
