Kominfo Jatim Dukung Publikasi Sensus Ekonomi 2026
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 10 jam yang lalu
Kominfo Jatim Dukung Publikasi Sensus Ekonomi 2026
Jatim Newsroom – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi dukungan publisitas Sensus Ekonomi Tahun 2026 (SE2026) secara daring melalui Zoom Meeting.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi publik yang efektif dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan sensus. Ia menyebut, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang digelar setiap 10 tahun sekali untuk menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan bersama dalam pengambilan kebijakan.
Menurut Sherlita, peran perangkat daerah sangat strategis, terutama dalam memperkuat publikasi serta memfasilitasi pelaksanaan sensus agar berjalan optimal. "Kegiatan ini merupakan agenda besar nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, dengan tujuan menghasilkan data yang dapat digunakan bersama dalam pengambilan kebijakan. Peran kita menjadi sangat strategis, khususnya dalam memperkuat publikasi dan memfasilitasi pelaksanaannya," ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi yang kuat dan komunikasi publik yang efektif diharapkan mampu mendorong kesuksesan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi di Jawa Timur.
"Terima kasih atas kehadirannya, dengan kolaborasi yang kuat serta komunikasi publik yang efektif, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat berjalan sukses dan turut memperkuat pembangunan ekonomi," imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Herum Fajarwati, menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi secara nasional. Kontribusi Jawa Timur yang mencapai lebih dari 14 persen menjadikan provinsi ini sebagai tolok ukur nasional dalam pelaksanaan sensus.
"Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi, Jawa Timur memiliki peran yang sangat strategis. Kontribusi Jawa Timur mencapai lebih dari 14 persen secara nasional, sehingga pelaksanaan sensus di provinsi ini menjadi tolok ukur nasional. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali," jelasnya.
Rapat koordinasi ini digelar untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026. Dukungan publikasi dan diseminasi informasi akan dilakukan melalui berbagai kanal, seperti media sosial resmi instansi, website, media luar ruang berupa videotron, spanduk, dan baliho, serta media internal lainnya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026.
