Kominfo Jatim Gelar Rakor Dukungan Publisitas Sensus Ekonomi 2026
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Kominfo Jatim Gelar Rakor Dukungan Publisitas Sensus Ekonomi 2026
Kominfo Jatim - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dukungan Publisitas Sensus Ekonomi (SE) 2026 secara daring. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat strategi komunikasi publik guna menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur.
Rakor ini diikuti sekitar 400 peserta, melibatkan perangkat daerah Pemprov Jatim, pemerintah kabupaten/kota, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur dan BPS kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pelaksanaan SE 2026. Ia menyampaikan bahwa rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi menuju sensus yang transparan, akurat, dan partisipatif.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal memperkuat konsolidasi menuju pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang transparan, akurat, dan partisipatif di seluruh wilayah Jawa Timur,” ujarnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Rabu (4/3/2026).
Melalui rakor ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin solid antara BPS dan pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi secara masif, terstruktur, dan terkoordinasi. Dengan demikian, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan optimal dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.
Koordinator Kelembagaan, Kerja Sama, dan Publisitas SE 2026 BPS Jatim, Ryan Willmanda Januardi, menjelaskan bahwa kerja sama publisitas bertujuan meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat serta mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dan masyarakat dalam sensus.
“Tujuannya untuk meningkatkan awareness masyarakat, mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dan masyarakat, memperkuat sinergi BPS dengan pemerintah, memperluas jangkauan informasi, menjaga konsistensi komunikasi, hingga menegaskan bahwa sensus ini merupakan agenda bersama pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Sensus Ekonomi 2026 BPS Jatim, Ike Rahayu Sri, menyampaikan bahwa sensus akan dilaksanakan secara serentak selama tiga bulan, mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Ia menambahkan, fokus utama SE 2026 adalah menangkap dinamika ekonomi digital dan ekonomi hijau yang kian berkembang.
“Kesuksesan sensus sangat bergantung pada dukungan konkret kepala daerah dan aparatur daerah untuk menggerakkan partisipasi aktif masyarakat di wilayah masing-masing,” pungkasnya.
