Kominfo Jatim Sosialisasikan Program Talenta Digital Nasional


Kominfo Jatim Sosialisasi Program Pengembangan Talenta Digital

Kominfo Jatim Sosialisasi Program Pengembangan Talenta Digital

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Program Pengembangan Talenta Digital, di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang digital seiring pesatnya transformasi teknologi di sektor pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat.

Sosialisasi menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Said Mirza Pahlevi. Kegiatan ini diikuti oleh kepala perangkat daerah dan direktur rumah sakit di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kominfo kabupaten/kota se-Jawa Timur, pimpinan perguruan tinggi, serta para pegiat literasi digital di Jawa Timur.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai Program Pengembangan Talenta Digital agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan memahami skema, mekanisme, serta peluang yang tersedia dalam program nasional tersebut sehingga mampu berpartisipasi aktif sekaligus menjadi agen penyebarluasan informasi di lingkungan instansi, perguruan tinggi, komunitas, dan wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa tingginya penetrasi internet merupakan peluang besar sekaligus tantangan. Internet dinilai mampu mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi digital, serta memperluas literasi informasi masyarakat.

“Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat agar pemanfaatan internet tidak hanya luas, tetapi juga produktif, aman, dan inklusif,” ujarnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 12,09 juta talenta digital pada tahun 2030, sementara ketersediaannya saat ini baru mencapai sekitar 9,34 juta orang. Kondisi tersebut menjadi tantangan nasional sekaligus peluang besar bagi Jawa Timur.

Dengan jumlah penduduk usia produktif yang tinggi, ekosistem pendidikan yang kuat, serta masyarakat yang semakin adaptif terhadap teknologi, Jawa Timur dinilai memiliki modal penting untuk menjadi salah satu pusat pengembangan talenta digital nasional, bahkan global.

Menurutnya, kebutuhan dunia kerja dan layanan publik saat ini menuntut keahlian digital yang semakin spesifik dan strategis. World Economic Forum (WEF) juga memproyeksikan bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan terus berkembang dalam lima tahun ke depan, periode 2025 hingga 2030.

Dalam konteks pemerintahan, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dituntut memiliki kompetensi digital yang relevan dengan birokrasi modern. ASN tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memanfaatkan data dalam perumusan kebijakan, menggunakan teknologi dan AI untuk meningkatkan efektivitas kerja, mengelola sistem serta layanan digital pemerintah secara aman, dan beradaptasi cepat terhadap perubahan serta kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Said Mirza Pahlevi menjelaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk memperkuat kinerja, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat pengambilan keputusan.

“Melalui Program Pengembangan Talenta Digital, kami mendorong aparatur pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk memahami serta memanfaatkan AI secara etis, aman, dan produktif guna mendukung pelayanan publik dan pembangunan nasional,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah melalui Komdigi saat ini menyiapkan beragam program pelatihan dan pengembangan talenta digital yang dapat diakses oleh aparatur maupun masyarakat umum. Program-program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan kompetensi digital yang terus berkembang sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di era transformasi digital.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait