Jatim Luncurkan Talenta Digital Mendunia, Gandeng Komdigi RI


Pemprov Jatim Luncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia

Pemprov Jatim Luncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia

Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia sekaligus melakukan penandatanganan adendum Nota Kesepakatan (MoU) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia terkait pengembangan sumber daya manusia bidang komunikasi dan digital. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Jawa Timur tidak sekadar menjadi penerima program pusat, tetapi turut berperan aktif sebagai co-creator dalam agenda besar pembangunan talenta digital nasional. Dengan basis pendidikan yang kuat serta ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur dinilai siap menjadi anchor province dalam pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.

"Jawa Timur tidak sekadar menjadi penerima program pusat, melainkan co-creator dalam agenda besar pembangunan talenta digital nasional. Dengan basis pendidikan yang kuat dan ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur siap menjadi anchor province bagi pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur." ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Langkah tersebut didukung oleh capaian transformasi digital Jawa Timur yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet nasional mencapai 80,66 persen, sementara Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional dengan capaian 82,19 persen. Kelompok Generasi Z dan milenial tercatat sebagai pengguna internet terbesar, disusul Generasi Alpha, yang menandakan masa depan digital Indonesia bertumpu pada kualitas talenta muda.

Selain itu, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Jawa Timur meningkat sebesar 3,1 poin menjadi 49,17. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga naik dari 4,43 pada 2024 menjadi 4,79 pada 2025 dengan kategori “memuaskan”. Tak hanya itu, Indeks Satu Data Indonesia Jawa Timur Tahun 2025 menempati peringkat pertama nasional dengan skor 90,13, melonjak dari 76,96 pada tahun sebelumnya.

"Digital ecosystem yang kita bangun di Jawa Timur telah menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik. Bukan lagi orang yang berpindah dari loket ke loket, tetapi dokumen yang bergerak. Waktu layanan bisa dipangkas menjadi jauh lebih cepat dan efisien." ujarnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Selasa (10/2/2026).

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pengembangan talenta digital harus menjadi bagian integral dari agenda pembangunan daerah. Menurutnya, talenta digital tidak boleh dipandang semata sebagai program sektor komunikasi dan informatika, melainkan harus diarahkan agar tumbuh secara merata, relevan, dan memiliki daya saing.

"Talenta digital harus menjadi agenda pembangunan daerah, bukan sekadar program komunikasi dan informatika. Jawa Timur ingin memastikan talenta digital tumbuh merata, relevan, dan berdaya saing." tegas Khofifah.

Ia menambahkan, ketika Indonesia berbicara tentang masa depan digital, Jawa Timur tidak hanya sekadar disebut, tetapi benar-benar diperhitungkan sebagai kekuatan strategis.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menegaskan bahwa digitalisasi yang sebelumnya dipandang sebagai konsep masa depan, kini telah menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Artificial intelligence yang dulu kita kenal di lingkungan kampus, kini telah menjadi bagian dari keseharian. Begitu pula cloud computing, quantum computing, dan cyber security yang mengubah cara kita belajar, bekerja, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat." ujarnya.

Menurut Meutya, pengembangan talenta digital ditetapkan sebagai agenda strategis nasional karena pesatnya perubahan teknologi menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan serius, khususnya dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan perkembangan digital.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan MoU pertama Komdigi RI dengan pemerintah provinsi dalam pengembangan SDM digital, sekaligus mencerminkan kuatnya ekosistem kolaborasi di Jawa Timur.

"Sulit bertahan di era digital jika berjalan sendiri. Transformasi digital tidak akan berhasil apabila hanya pemerintah yang bergerak, sementara sektor swasta, pendidikan, dan layanan kesehatan tidak ikut bertransformasi. Di Jawa Timur, ekosistem kolaborasi ini telah berjalan dengan sangat baik." ujarnya.

Lebih lanjut, Meutya menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial, yang menuntut kesiapan sumber daya manusia. Ia menyebutkan bahwa Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030. Dalam konteks tersebut, Jawa Timur dinilai memiliki ekosistem digital yang kuat dan berpotensi menjadi contoh nasional dalam pengembangan talenta digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui adendum nota kesepakatan ini, Pemprov Jawa Timur dan Komdigi RI memperkuat komitmen kerja sama yang sebelumnya masih berfokus pada pelatihan, kini diperluas untuk merespons dinamika perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI), serta peningkatan kapasitas masyarakat digital. Pemprov Jawa Timur juga telah menyiapkan lahan untuk mendukung rencana pembangunan Politeknik Digital Komdigi di Jawa Timur.

Forum ini menjadi wujud nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sumber daya manusia digital yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi terdepan dalam transformasi digital nasional.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait