Khofifah Gelar Tasyakuran HPN 2026, Tegaskan Peran Pers
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Khofifah Gelar Tasyakuran HPN 2026
Kominfo Jatim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026 secara sederhana bersama para jurnalis di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kegiatan berlangsung penuh kehangatan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi insan pers dalam membangun Jawa Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pokja Wartawan Grahadi, Pokja Wartawan Indrapura, Pokja Wartawan Polda Jawa Timur, Pokja Wartawan Hukum (Wankum), serta Komunitas Media Pengadilan Kejaksaan (Kompak). Sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jatim turut mendampingi Gubernur Khofifah.
Momentum tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng, makan bersama, serta ramah tamah antara Gubernur dan para jurnalis yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi publik kepada masyarakat.
Dalam suasana akrab, Khofifah menyapa dan menyalami satu per satu wartawan yang hadir. Terdapat pula momen pemberian kue tart kepada jurnalis senior yang telah mengabdikan diri lebih dari 30 tahun serta jurnalis paling yunior sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
Khofifah menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi digital, kehadiran jurnalisme profesional semakin dibutuhkan. Pers diharapkan terus menjaga profesionalisme, memperkuat literasi publik, serta menghadirkan narasi yang menyejukkan.
“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Terima kasih atas kerja keras insan pers yang terus menjaga ruang publik tetap sehat dan mencerahkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Grahadi, Fatimatuz Zahro, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah yang secara konsisten setiap tahun memperingati HPN bersama para jurnalis di Jawa Timur, khususnya Pokja Grahadi.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur yang setiap tahun menyelenggarakan tasyakuran HPN. Ini menjadi bukti nyata kepedulian dan perhatian Gubernur Khofifah kepada insan pers di Jawa Timur. Semoga sinergi yang terbangun terus terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ima ini, profesi jurnalis menuntut kerja keras, ketangguhan, serta dedikasi tinggi. Jurnalis tidak mengenal jam kerja tetap dan kerap harus bekerja melampaui waktu normal, terutama saat terjadi peristiwa penting atau kejadian luar biasa.
“Dalam kondisi tertentu, jurnalis bahkan kerap mempertaruhkan keselamatan demi menghadirkan informasi bagi publik. Namun prinsip kami tetap satu, tidak ada berita yang seharga dengan nyawa,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan insan pers. Menurutnya, keterbukaan dan dukungan para narasumber, khususnya Kepala Perangkat Daerah, sangat membantu jurnalis dalam memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.
Ke depan, Ima menilai tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan narasi secara instan. Meski demikian, ia meyakini teknologi tidak akan mampu menggantikan sensitivitas, intuisi, dan etika yang dimiliki jurnalis profesional.
“Kami yakin, kecerdasan buatan tidak akan mampu mengalahkan sensitivitas dan nurani jurnalis dalam menulis berita,” pungkasnya.
