Diskominfo Jatim Bagikan Strategi One Hub untuk Komunikasi Publik
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 11 jam yang lalu
Komdigi Gelar Pembinaan Kapasitas Kelembagaan untuk Perkuat Komunikasi Publik Daerah
Kominfo Jatim – Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) RI menggelar kegiatan Pembinaan Kapasitas Kelembagaan secara daring melalui Zoom, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini diikuti insan komunikasi publik pemerintah daerah dari berbagai provinsi sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) komunikasi publik di daerah.
Mengusung tema peningkatan kapasitas kelembagaan, kegiatan tersebut menjadi forum berbagi pengalaman, praktik baik, dan strategi penguatan komunikasi publik di era digital. Hadir sebagai narasumber Ketua Tim Kemitraan Komunikasi Lembaga Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Eko Setiawan, serta Pranata Humas Ahli Muda Diskominfotik Provinsi Gorontalo, Ismail Sam Giu.
Dalam pemaparannya, Eko Setiawan menjelaskan bahwa komunikasi publik pemerintah saat ini menghadapi tantangan yang semakin dinamis seiring perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang cenderung mengutamakan konten cepat, responsif, dan berbasis audiovisual.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Diskominfo Jawa Timur mengembangkan konsep One Hub, yakni sistem pengelolaan komunikasi publik yang mengintegrasikan proses produksi hingga distribusi konten dalam satu pusat kendali.
“Publik saat ini lebih banyak mengakses informasi yang cepat, responsif, dan berbasis audiovisual. Karena itu diperlukan pola kerja yang terintegrasi agar pesan pemerintah dapat tersampaikan secara efektif dan konsisten,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, konsep One Hub didukung berbagai fasilitas komunikasi digital, mulai dari produksi video, podcast, desain grafis, live streaming, hingga distribusi konten melalui berbagai platform digital. Selain itu, Diskominfo Jatim juga terus mengembangkan media center terintegrasi, produksi konten berbasis data audiens, optimalisasi siaran langsung, serta podcast sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Eko juga memaparkan sejumlah capaian komunikasi publik yang telah dilakukan melalui penguatan platform digital, optimalisasi media sosial, dan pengembangan berbagai format konten yang disesuaikan dengan karakteristik audiens. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat terhadap program-program pemerintah.
Sementara itu, Ismail Sam Giu menekankan bahwa kualitas SDM menjadi faktor utama dalam keberhasilan penyelenggaraan informasi dan komunikasi publik di daerah. Menurutnya, kompetensi aparatur, kreativitas, serta kemampuan produksi konten harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan komunikasi pemerintah yang semakin berkembang.
“Sebesar apa pun tantangan yang dihadapi, jika sumber daya manusianya tidak memadai akan sulit menghasilkan kinerja yang optimal. Sebaliknya, SDM yang kompeten akan mampu beradaptasi dan bersaing dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan komunikasi publik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan anggaran, tetapi juga oleh kemampuan aparatur dalam mengikuti perkembangan teknologi dan memahami perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
Melalui kegiatan ini, Kemenkomdigi RI berharap terbangun ruang kolaborasi, pembelajaran, dan pertukaran pengalaman antardaerah dalam memperkuat fungsi informasi dan komunikasi publik. Selain meningkatkan kompetensi aparatur, pembinaan kapasitas kelembagaan juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola komunikasi publik serta menghadirkan layanan informasi yang lebih efektif, adaptif, dan terpercaya bagi masyarakat di era digital.
