Diskominfo Jatim Perkuat KIM untuk Tangkal Hoaks di Daerah


Diskominfo Jatim menggelar FGD untuk Koordinasi Pemetaan Media

Diskominfo Provinsi Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion untuk Koordinasi Pemetaan Media dan Kelembagaan KIM

Kominfo Jatim - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Koordinasi Tindak Lanjut Pemetaan Media dan Kelembagaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi sekaligus menindaklanjuti hasil pemetaan media dan kelembagaan KIM di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Jatim, Putut Darmawan, mewakili Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan FGD tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat tata kelola komunikasi publik yang efektif, kolaboratif, dan berbasis data.

Menurutnya, KIM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

"Forum koordinasi ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi mengenai mekanisme pendataan dan validasi, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta merumuskan langkah pembinaan yang lebih terarah. Harapannya, KIM di seluruh Jawa Timur dapat tumbuh secara merata dan semakin optimal dalam mendukung diseminasi informasi pembangunan, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta menangkal hoaks dan disinformasi," ujar Putut, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Kamis (23/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Kerja Kemitraan Komunikasi Lembaga Diskominfo Jatim, Eko Setiawan, memaparkan hasil rekapitulasi aktivitas publikasi berita KIM selama Semester I Tahun 2026. Berdasarkan hasil pemetaan, aktivitas publikasi KIM masih belum merata di seluruh kabupaten/kota.

Ia menjelaskan terdapat sepuluh kabupaten/kota yang aktif mempublikasikan informasi melalui KIM. Kabupaten Lumajang menjadi daerah paling produktif dengan 7.210 berita, disusul Kabupaten Malang sebanyak 767 berita dan Kabupaten Jember 504 berita. Selanjutnya terdapat Kabupaten Ponorogo, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sumenep, Kota Kediri, dan Kota Probolinggo.

"Kontribusi Kabupaten Lumajang konsisten berada pada kisaran 66,9 persen hingga 76,9 persen setiap bulan, dengan rata-rata 72 persen. Ini menunjukkan produktivitas tersebut bukan lonjakan sesaat, melainkan pola yang berlangsung secara konsisten sepanjang semester," jelas Eko.

Sementara itu, terdapat 16 kabupaten/kota yang belum mencatatkan aktivitas publikasi KIM, yakni Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Magetan, Sampang, Kediri, Mojokerto, Probolinggo, Tulungagung, Situbondo, Sidoarjo, Lamongan, Pacitan, Jombang, dan Kabupaten Madiun.

Menindaklanjuti hasil pemetaan tersebut, Diskominfo Jatim akan melakukan sejumlah langkah pembinaan, antara lain sosialisasi dan revitalisasi KIM di daerah yang belum aktif, kajian lapangan terhadap faktor pendukung keberhasilan KIM Kabupaten Lumajang, pengembangan program KIM binaan melalui pendampingan oleh KIM yang produktif kepada daerah yang masih kurang aktif, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan jurnalistik dan pembuatan konten digital.

FGD ini diikuti perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten/kota se-Jawa Timur serta pengurus dan penggerak Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) secara daring. Melalui forum tersebut diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat untuk memperkuat peran KIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam diseminasi informasi publik dan peningkatan literasi digital masyarakat.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait