DPRD Jatim Dorong Promosi Kesehatan untuk Cegah Penyakit
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 jam yang lalu
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Jairi Irawan
Kominfo Jatim - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Jairi Irawan, mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur meningkatkan alokasi anggaran untuk program promosi kesehatan sebagai langkah memperkuat upaya pencegahan penyakit di masyarakat.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur tersebut menilai edukasi mengenai pola hidup sehat perlu diperluas melalui berbagai media agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Edukasi mengenai pola makan sehat, konsumsi gula dan garam, serta gaya hidup sehat perlu lebih sering disampaikan melalui berbagai media agar masyarakat semakin sadar pentingnya pencegahan penyakit,” ujar Jairi, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, sistem pelayanan kesehatan saat ini masih cenderung didominasi pendekatan kuratif atau pengobatan. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan ketika penyakit sudah berkembang, sehingga berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan kesehatan.
Karena itu, ia mendorong penguatan aspek promotif dan preventif agar masyarakat lebih aktif menerapkan pola hidup sehat serta melakukan deteksi dini melalui berbagai program kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis.
“Kalau masyarakat terbiasa hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatannya, penyakit bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih efektif,” katanya.
Jairi juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit tidak menular, termasuk gangguan ginjal yang kini mulai ditemukan pada usia muda. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius sekaligus pengingat pentingnya perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.
Ia mengusulkan agar pemerintah memperbanyak kampanye kesehatan melalui media luar ruang maupun berbagai kanal informasi lainnya. Materi edukasi dapat mencakup batas konsumsi gula, garam, dan lemak harian, pentingnya menjaga pola makan seimbang, serta meningkatkan aktivitas fisik.
Selain melalui dukungan pemerintah, Jairi juga membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk memperluas kampanye hidup sehat di berbagai daerah.
Menurutnya, penguatan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit merupakan langkah strategis untuk menekan tingginya biaya pelayanan kesehatan. Dengan semakin banyak masyarakat yang menerapkan pola hidup sehat, kebutuhan terhadap layanan pengobatan intensif dapat dikurangi.
“Harapannya, jika promosi kesehatan dan upaya preventif berjalan optimal, kebutuhan layanan kuratif dapat ditekan sehingga beban APBN maupun APBD dalam pembiayaan kesehatan juga menjadi lebih ringan,” pungkasnya.
