Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Gelar Peralatan BPBD
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 jam yang lalu
Pemprov Jatim Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana di Pacitan
Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana yang diikuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota se-Jawa Timur di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan.
Mengusung tema “Beyond Resilience: Sinergi Berintegritas, Kolaborasi Tanpa Batas”, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan personel dalam mengoperasikan peralatan penanggulangan bencana sekaligus memperkuat koordinasi dan kolaborasi antardaerah.
Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, mengatakan kegiatan gelar peralatan merupakan instrumen penting untuk mengukur kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Forum ini merupakan instrumen untuk mengukur kesiapan daerah, menyamakan standar operasional, menguji interoperabilitas personel dan peralatan, memperkuat sistem komando, mengembangkan kapasitas pusat pengendalian operasi, meningkatkan tata kelola logistik kebencanaan, sekaligus membangun jejaring kolaborasi antardaerah,” ujarnya.
Menurut Bobby, penguatan kesiapsiagaan bencana membutuhkan komitmen bersama seluruh pemerintah daerah agar sistem penanggulangan bencana di Jawa Timur semakin tangguh dan berkelanjutan.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur untuk terus memperkuat investasi dalam pengurangan risiko bencana, meningkatkan kapasitas aparatur, memperkuat kualitas data dan informasi kebencanaan, membangun sistem logistik yang andal, serta menumbuhkan budaya sadar bencana hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Pengurangan risiko bencana harus menjadi perhatian bersama. Kesiapsiagaan tidak hanya berbicara mengenai peralatan, tetapi juga bagaimana membangun kapasitas sumber daya manusia dan sistem yang mampu bekerja secara terpadu,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memilih Kabupaten Pacitan sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Pacitan dan terima kasih sudah menjadikan Pacitan sebagai tuan rumah untuk kegiatan ini. Ini merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Pacitan,” ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Kamis (23/7/2026).
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Lilik Kurniawan, menekankan pentingnya peran BPBD sebagai ujung tombak dalam memenuhi kebutuhan penanggulangan bencana di daerah.
Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan, tetapi juga kesiapan personel dalam mengoperasikan dan memanfaatkannya secara optimal.
“Kami berharap BPBD menjadi ujung tombak bagaimana pemenuhan kebutuhan itu bisa dilakukan. Hal ini dapat diwujudkan melalui kebersamaan dalam membangun partisipasi dan kemitraan publik yang strategis dengan semangat kesiapsiagaan bencana yang terpadu,” jelasnya.
Lilik menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan dan langkah penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah.
“Saya ingin mengambil adagium Latin klasik, Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Ini mendikte bahwa segala kebijakan, tindakan, dan undang-undang pemerintah harus selalu memprioritaskan kepentingan dan perlindungan masyarakat di atas segalanya,” tegasnya.
Senada, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, menyampaikan bahwa kesiapan peralatan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi berbagai ancaman bencana.
Menurutnya, kegiatan gelar peralatan tidak sekadar menjadi ajang menampilkan sarana yang dimiliki, tetapi juga menjadi momentum memastikan kesiapan personel, sistem, serta koordinasi antarpihak dalam menghadapi kondisi darurat.
“Beragamnya potensi bencana menunjukkan bahwa kesiapan peralatan penanggulangan bencana menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam memperkuat kapasitas daerah. Namun kegiatan ini tidak semata-mata menjadi ajang untuk menampilkan atau memperlihatkan peralatan yang dimiliki,” ujarnya.
Selain kegiatan gelar peralatan, rangkaian acara juga diisi dengan pelepasliaran ratusan tukik ke laut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian penyu di kawasan pesisir Pacitan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap sinergi antara BPBD provinsi dan kabupaten/kota semakin kuat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
