SMSI Jatim Bentuk Forum Pemred, Perkuat Media Digital


Peresmian Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) SMSI Jawa Timur

Peresmian Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) SMSI Jawa Timur

Kominfo Jatim - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur resmi mengukuhkan Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) SMSI Jawa Timur yang dipimpin Samiadji Makin Rahmat. Pengukuhan berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), dan dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Digitalisasi Media Pers: Tantangan Patuh Hukum dan Keberlanjutan Bisnis di Era Disrupsi Digital.”

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional di bidang media dan komunikasi, antara lain Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Molly Pranawaty, Anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers RI, Maha Eka Swasta, serta Ketua SMSI Pusat, Firdaus. Hadir pula pengurus dan anggota SMSI dari berbagai daerah di Jawa Timur, kalangan akademisi, praktisi media, dan insan pers.

Ketua SMSI Pusat, Firdaus, mengatakan perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat menuntut media siber untuk terus beradaptasi. Menurutnya, perubahan lanskap informasi akibat kemajuan teknologi harus direspons secara tepat oleh seluruh pengelola media.

“SMSI harus mampu membaca arah perubahan zaman dengan cermat. Pemetaan yang tepat menjadi penting agar media anggota SMSI di daerah tidak sekadar menjadi penonton, melainkan tampil sebagai garda terdepan yang menghadirkan informasi sehat, objektif, dan tepercaya bagi masyarakat,” ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Rabu (24/6/2026).

Firdaus menilai pembentukan Forum Pemred SMSI Jawa Timur merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas produk jurnalistik media anggota. Selain menjadi ruang kolaborasi antar-pemimpin redaksi, forum ini juga diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, menjaga etika jurnalistik, serta memperkuat daya saing media di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.

Ia menambahkan, tantangan media saat ini tidak hanya berkaitan dengan kecepatan penyebaran informasi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan bisnis media. Karena itu, diperlukan inovasi dan strategi yang tepat agar media tetap mampu menjalankan fungsi jurnalistik secara independen sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi RI, Molly Pranawaty, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi media siber di tengah perkembangan ruang digital. Menurutnya, kemajuan teknologi menghadirkan peluang besar sekaligus risiko yang perlu diantisipasi bersama.

“Media siber dan ruang digital saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disinformasi berbasis AI hingga maraknya konten negatif. Karena itu, diperlukan ekosistem pers yang sehat agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berkualitas, dan terpercaya,” katanya.

Molly menjelaskan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara informasi diproduksi dan disebarluaskan. Di satu sisi, teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi kerja media, namun di sisi lain juga berpotensi dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi menyesatkan apabila tidak diimbangi pengawasan dan literasi digital yang memadai.

Karena itu, ia mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjunjung tinggi prinsip verifikasi, akurasi, dan kode etik jurnalistik dalam setiap proses produksi berita. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan aset utama media yang harus dijaga di tengah derasnya arus informasi digital.

Melalui seminar nasional yang digelar setelah prosesi pengukuhan, para narasumber membahas berbagai isu strategis terkait transformasi media, kepatuhan terhadap regulasi, tantangan bisnis media digital, hingga upaya menjaga kualitas jurnalisme di era disrupsi teknologi.

Keberadaan Forum Pemred SMSI Jawa Timur diharapkan menjadi wadah konsolidasi para pemimpin redaksi media siber untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta mendorong praktik jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab. Dengan penguatan tersebut, media siber di Jawa Timur diharapkan mampu menjadi rujukan informasi yang kredibel sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif bagi masyarakat.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait