Bedah Ruang Siber Kominfo Jatim Bahas Ancaman Malware Stealer
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 3 hari yang lalu
Program Cerdas Digital Bedah Ruang Siber Jilid XII
Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali menyelenggarakan program Cerdas Digital (Cerdig) Bedah Ruang Siber Jilid XII secara daring. Webinar ini mengangkat tema “Malware Stealer: Strategi Perlindungan Aset Digital dalam Transformasi Siber” sebagai upaya memperkuat kesadaran keamanan siber di tengah pesatnya digitalisasi.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dan diikuti aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jatim serta kabupaten/kota, akademisi, hingga pegiat literasi digital dari berbagai daerah. Hadir sebagai narasumber utama, pakar teknologi informasi sekaligus Founder dan Executive Officer CyberArmyID, Girindo Pringgo Digdo.
Dalam sambutannya, Sherlita menegaskan bahwa transformasi digital memang membawa kemudahan dan efisiensi kerja, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan serius di bidang keamanan siber. Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah malware stealer yang bekerja secara senyap mencuri data sensitif.
“Transformasi digital membantu efektivitas kerja, tetapi juga menghadirkan risiko. Malware stealer dapat mencuri data penting seperti username, password, identitas digital, hingga informasi perbankan tanpa disadari,” ujarnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, ancaman tersebut menjadi sangat berisiko bagi ASN dan pejabat publik yang memiliki akses terhadap sistem serta basis data strategis. Menurutnya, faktor manusia masih menjadi titik terlemah dalam sistem keamanan informasi.
“Kalau kita lihat unsur keamanan itu ada SDM, sistem, dan infrastruktur. Dari ketiganya, yang paling rentan dan paling mudah ditembus ternyata adalah manusia itu sendiri,” jelas Sherlita.
Melalui webinar ini, Sherlita berharap para peserta dapat memahami karakteristik malware stealer, potensi risiko yang ditimbulkan, serta langkah antisipasi dan mitigasi yang harus dilakukan. Ia juga menekankan bahwa keamanan informasi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya Diskominfo, tetapi seluruh pengguna sistem informasi.
Sementara itu, Girindo Pringgo Digdo mengungkapkan bahwa ancaman malware stealer semakin berbahaya seiring cepatnya laju transformasi digital yang tidak selalu diimbangi dengan peningkatan kesadaran keamanan. Kondisi tersebut membuat banyak sistem digital terlihat kuat dari luar, namun sebenarnya memiliki kerentanan serius.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk lebih waspada, meningkatkan literasi keamanan siber, serta menjaga keamanan akun dan data pribadi sebagai bagian penting dari perlindungan aset digital di ruang siber.
