Komdigi Gandeng Pemprov Jatim, Siapkan 19 Ribu Talenta Digital


Komdigi dan Pemprov Jatim Teken Adendum MoU

Komdigi dan Pemprov Jatim Teken Adendum MoU

Kominfo Jatim - Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menandatangani Adendum Nota Kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengembangan talenta digital nasional. Penandatanganan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Melalui kerja sama ini, pengembangan sekitar 19 ribu talenta digital di Jawa Timur ditargetkan sepanjang tahun 2026. Sasaran program mencakup berbagai kelompok, mulai dari aparatur sipil negara, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Pengembangan talenta digital ditegaskan sebagai agenda strategis nasional seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia digital di Indonesia. Dalam momentum tersebut, Jawa Timur juga tercatat sebagai pemerintah provinsi pertama yang secara formal menjalin kerja sama pengembangan SDM digital dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.

“Pengembangan talenta digital menjadi agenda strategis nasional dan kami senang sekali MoU pertama dengan pemerintah provinsi yang dilakukan dengan Jawa Timur untuk pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Senin (9/2/2026).

Jawa Timur dinilai memiliki ekosistem digital yang kuat dan kolaboratif, melibatkan berbagai unsur mulai dari pesantren, akademisi, hingga sektor layanan publik seperti rumah sakit. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ekosistem di Jawa Timur berjalan dengan baik, seperti yang disampaikan Ibu Gubernur dengan pesantren, dengan akademisi kemudian dengan rumah sakit. Jadi memang tidak ada transformasi digital yang bisa bagus sendiri,” ujarnya.

Secara nasional, kebutuhan talenta digital terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 12 juta jiwa pada tahun 2030. Kondisi ini menempatkan penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah sebagai bagian penting dari strategi nasional pengembangan SDM digital.

“Dengan jumlah penduduk sekitar 42 juta jiwa, Jawa Timur dipandang memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target nasional,” jelas Meutya.

Menurutnya, program pengembangan talenta digital di Jawa Timur dirancang sebagai bagian dari learning journey yang berkelanjutan. Skala pelatihan yang diusulkan mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperluas literasi dan kapasitas digital masyarakat.

“Ini bagian dari learning journey pengembangan talenta digital yang dirancang secara bertahap dan berkelanjutan. Skala program pelatihan yang diusulkan menunjukkan keseriusan Jawa Timur, yakni 19 ribu peserta,” ujarnya.

Meutya juga menegaskan bahwa kerja sama ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan industri, mitra global, serta komunitas teknologi. Termasuk di dalamnya pemanfaatan karya anak bangsa berbasis kecerdasan artifisial untuk menjawab tantangan ruang digital nasional.

“Indonesia salah satu digital market terbesar di dunia, mereka harus juga kita pastikan tidak hanya beroperasi di Indonesia tapi juga memberikan pelatihan-pelatihan yang cukup bagi masyarakat dalam menggunakan teknologi-teknologi mereka,” tegas Meutya.

Melalui kemitraan strategis ini, Kementerian Komunikasi dan Digital berharap Jawa Timur dapat menjadi model pengembangan talenta digital daerah, sekaligus mendorong provinsi lain untuk mengambil langkah serupa dalam memperkuat daya saing bangsa di era transformasi digital.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait