JMSI Jatim Dilantik, Perkuat Media Siber Profesional
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 21 jam yang lalu
Pelantikan Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur periode 2025–2030
Kominfo Jatim - Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur periode 2025–2030 resmi dilantik dalam rangkaian Forum Group Discussion (FGD) bertema “Media Pers Profesional Melindungi Kepentingan Publik” yang digelar di Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan profesionalisme media siber dalam menghadapi tantangan disrupsi informasi di era digital.
Pelantikan dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Turut hadir Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, Wakil Ketua Umum JMSI, Eko Pamuji, unsur Dewan Pers, akademisi, Forkopimda, TNI-Polri, pimpinan BUMN dan BUMD, serta insan pers dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Sherlita menegaskan bahwa media siber memiliki peran strategis dalam membangun ruang informasi publik yang sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, derasnya arus informasi saat ini menghadirkan tantangan berupa maraknya hoaks, disinformasi, dan informasi yang tidak terverifikasi.
“Media siber tidak cukup hanya cepat. Media harus akurat, profesional, dan menjadi rujukan informasi yang terpercaya. Di tengah maraknya hoaks dan misinformasi, media memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat serta menghadirkan informasi yang mencerdaskan, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen mendukung penguatan ekosistem informasi yang sehat melalui program literasi digital dan keterbukaan informasi publik. Kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital.
Sementara itu, Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, menyampaikan bahwa perkembangan media siber di Indonesia berlangsung sangat pesat. Namun, menurutnya, peningkatan jumlah media harus diiringi dengan peningkatan kualitas, profesionalisme, dan kepercayaan publik.
“Tantangan media saat ini bukan lagi soal kuantitas, tetapi bagaimana menghadirkan media yang profesional, terpercaya, dan menyajikan informasi yang akurat bagi masyarakat. JMSI berkomitmen mendorong tumbuhnya media siber yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menegaskan, JMSI akan terus mendorong penguatan tata kelola perusahaan pers, peningkatan kompetensi jurnalistik, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik yang independen dan bertanggung jawab.
Selain pelantikan pengurus, kegiatan tersebut juga diisi dengan FGD yang menghadirkan akademisi, praktisi media, dan pemangku kebijakan. Diskusi membahas berbagai tantangan media siber di era digital, mulai dari disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial (AI), keberlanjutan bisnis media, hingga upaya menjaga independensi dan kualitas informasi.
Pada kesempatan yang sama, JMSI Jawa Timur memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh, institusi, dan korporasi yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah, keterbukaan informasi publik, dan penguatan media siber berkualitas.
Penghargaan diberikan kepada Kohir sebagai Tokoh Inspiratif, Komunikatif, dan Humanis. Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menerima penghargaan kategori Layanan Media Digital Terbaik.
Sementara itu, Aries Agung Paewai menerima penghargaan Rumah Pendidikan Digital Terbaik. Penghargaan Mitra Strategis Ketahanan Energi Nasional diberikan kepada SKK Migas Jabanusa, sedangkan PT AKR Corporindo Tbk meraih penghargaan sebagai Korporasi Pendukung Perkembangan dan Keberlanjutan Media Siber Berkualitas.
JMSI Jawa Timur juga memberikan Special Award kepada Khofifah Indar Parawansa sebagai Tokoh Keterbukaan Media Pers. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmennya dalam mendukung keterbukaan informasi publik, penguatan demokrasi, dan pengembangan inovasi digital di Jawa Timur.
Melalui kepengurusan baru periode 2025–2030, JMSI Jawa Timur diharapkan semakin memperkuat peran media siber sebagai pilar demokrasi yang profesional, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik, sekaligus mampu menjawab tantangan transformasi digital yang terus berkembang.
