Diskominfo Jatim Latih Pentest untuk Perkuat Keamanan Siber
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 11 jam yang lalu
Pelatihan Penetration Testing (Pentest) Bekerja Sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
Kominfo Jatim - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kapasitas keamanan siber aparatur pemerintah daerah melalui Pelatihan Penetration Testing (Pentest) yang digelar bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 29–30 Juni 2026.
Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Teknologi Jaringan dan Keamanan Siber Cerdas ITS Surabaya tersebut diikuti perwakilan perangkat daerah yang membidangi persandian dan keamanan siber dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas aparatur dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks seiring pesatnya transformasi digital.
"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah daerah dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menguji kerentanan keamanan sistem elektronik secara mandiri. Kami berharap kompetensi tersebut dapat memperkuat keamanan sistem informasi pemerintah," ujar Sherlita, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam menjaga keandalan sistem elektronik pemerintah. Aparatur yang memiliki kemampuan melakukan pengujian keamanan secara mandiri diharapkan mampu mendeteksi potensi kerentanan sejak dini dan melakukan langkah mitigasi sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik mengenai teknik penetration testing, mulai dari identifikasi kerentanan, analisis keamanan sistem, penggunaan berbagai perangkat (tools) pengujian sesuai standar, hingga penyusunan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keamanan sistem elektronik pemerintah.
Sementara itu, Kepala Departemen Informatika ITS Surabaya, Prof. Ir. Ary Mazharuddin Shiddiqi, S.Kom., M.Comp.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa kemampuan melakukan penetration testing menjadi bekal penting bagi aparatur pemerintah dalam menghadapi perkembangan ancaman siber.
"Pelatihan penetration testing ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam menjaga keamanan siber. Dengan memahami cara mengidentifikasi celah keamanan, peserta dapat membantu melindungi sistem informasi pemerintah dari berbagai ancaman siber," katanya.
Melalui kolaborasi antara Diskominfo Provinsi Jawa Timur dan ITS Surabaya, pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan aparatur yang memiliki kompetensi dalam melakukan identifikasi, analisis, dan pengujian kerentanan keamanan sistem elektronik secara mandiri. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital yang aman, andal, dan tepercaya, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan publik di Jawa Timur.
