Kepala Diskominfo Jatim Hadiri Pembukaan Surabaya Printing Expo


Surabaya Printing Expo 2026

Pembukaan Surabaya Printing Expo 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya

Kominfo Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya mendukung penguatan daya saing industri percetakan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, perluasan akses pasar, serta penguatan kolaborasi di era transformasi digital.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, saat mewakili Gubernur Jawa Timur membuka Surabaya Printing Expo 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya.

Pameran teknologi percetakan terbesar di Jawa Timur tersebut menjadi ajang bertemunya pelaku industri grafika, UMKM, penyedia teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong inovasi sekaligus mempercepat transformasi industri percetakan nasional.

Sherlita mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendukung terciptanya ekosistem usaha yang sehat melalui berbagai kebijakan yang mempermudah dunia usaha berkembang dan meningkatkan daya saing produk industri percetakan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus hadir menciptakan iklim usaha yang kondusif, memfasilitasi kemudahan berusaha, serta memperluas akses pasar bagi produk-produk industri percetakan dari Jawa Timur maupun Indonesia," ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (13/7/2026).

Menurutnya, penguatan industri grafika tidak hanya dilakukan melalui dukungan regulasi, tetapi juga dengan mendorong inovasi, adopsi teknologi, serta kolaborasi antarpelaku industri agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Ia berharap Surabaya Printing Expo 2026 menjadi ruang bertemunya pelaku industri untuk membangun jejaring, memperluas peluang bisnis, sekaligus mempercepat transfer teknologi.

"Melalui Surabaya Printing Expo ini, kami berharap terbangun kolaborasi, kerja sama bisnis, serta transfer teknologi yang semakin memperkuat industri percetakan Indonesia," katanya.

Surabaya Printing Expo 2026 merupakan penyelenggaraan ke-19 yang menjadi bagian dari rangkaian pameran Krista Exhibitions. Tahun ini, pameran diikuti 150 perusahaan, termasuk 10 pelaku UMKM, dengan target sekitar 15 ribu pengunjung.

Beragam inovasi teknologi percetakan ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) hingga berbagai teknologi pendukung industri grafika. Selain itu, penyelenggara juga menghadirkan workshop mengenai transformasi digital, AI, branding, desain kemasan, dan pengembangan UMKM sebagai upaya memperkuat daya saing industri kreatif nasional.

Direktur Utama Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, berharap Surabaya Printing Expo 2026 menjadi momentum lahirnya inovasi dan kolaborasi baru yang mampu mendorong kemajuan industri grafika Indonesia.

"Semoga Surabaya Printing Expo 2026 menjadi momentum lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan daya saing industri grafika Indonesia serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan pengunjung," ujarnya. (vin/s)

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait