Diskominfo Jatim Edukasi Siswa Soal Hoaks dan Judi Online
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Diskominfo Provinsi Jawa Timur Pembekalan Literasi Digital Kepada Siswa SMK NU 1 Slawi
Kominfo Jatim - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur memberikan pembekalan literasi digital kepada siswa SMK NU 1 Slawi, Jawa Tengah, melalui kunjungan edukatif yang digelar di kantor Diskominfo Jatim, Surabaya. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman terkait bahaya hoaks, maraknya judi online, serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi di era digital.
Ketua Tim Kerja Jaringan Bidang Aptika Diskominfo Jatim, Dendy Eka Puspawadi, menegaskan bahwa aktivitas judi online memiliki risiko tinggi dan dapat dengan mudah terdeteksi oleh sistem pengawasan siber di Jawa Timur.
“Bagi yang masih bermain judi online, sangat mudah terdeteksi oleh tim siber yang sudah ada di Jawa Timur,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Diskominfo Jatim juga mengungkapkan data terkait konten digital yang beredar di masyarakat, meliputi hoaks sebanyak 1.763 kasus, disinformasi 994 kasus, ujaran kebencian 711 kasus, dan konten fakta sebanyak 560 temuan. Data tersebut menjadi gambaran tingginya tantangan literasi digital yang dihadapi masyarakat, termasuk pelajar. Sementara itu,
Wakil Kepala Sekolah SMK NU 1 Slawi, Priyo Basuki, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa, khususnya dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Menurutnya, pengalaman langsung di instansi pemerintah menjadi pembanding penting terhadap materi yang diperoleh di sekolah.
“Yang jelas kami ingin menambah wawasan anak-anak kami, khususnya jurusan TKJ, untuk membandingkan apa yang mereka dapat di sekolah dengan yang ada di instansi pemerintah maupun swasta, khususnya di Diskominfo Provinsi Jawa Timur,” ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Rabu (29/4/2026).
Priyo juga menekankan bahwa pihak sekolah secara konsisten memberikan edukasi terkait penggunaan internet dan perangkat digital secara bijak. Ia menjelaskan bahwa siswa diperbolehkan membawa gawai ke sekolah, namun penggunaannya dibatasi saat kegiatan belajar berlangsung.
“Kami selalu memberikan edukasi untuk penggunaan internet dan gadget agar lebih bijak.
Siswa boleh membawa gadget, tetapi saat pembelajaran harus disilent, disimpan, dan tidak digunakan,” jelasnya. Ia berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat semakin selektif dan bijak dalam memanfaatkan teknologi di tengah perkembangan digital yang semakin pesat.
“Harapannya mereka lebih bijak dalam penggunaan gadget, lebih selektif dalam memanfaatkan teknologi yang sekarang sudah semakin global dan canggih,” pungkasnya.
