Wagub Emil Dorong AI Jadi Penggerak Produktivitas


Build with AI Surabaya 2026

Build with AI Surabaya 2026

Kominfo Jatim - Emil Elestianto Dardak menghadiri sekaligus membuka kegiatan Build with AI (BWAI) Surabaya 2026 yang diselenggarakan oleh Google Developer Group Surabaya di Auditorium Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (iSTTS), Ngagel, Kota Surabaya.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, dosen, komunitas teknologi, serta para pengembang digital untuk membahas perkembangan dan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung inovasi dan transformasi digital.

Dalam sambutannya, Emil mengapresiasi konsistensi iSTTS yang selama ini menjadi ruang kolaborasi komunitas teknologi dan pengembang digital di Jawa Timur. Menurutnya, kampus berbasis teknologi memiliki peran strategis dalam memperkenalkan teknologi kepada masyarakat, baik sebagai pengguna maupun pengembang.

“Selama beberapa tahun terakhir, iSTTS terus menjadi tempat lahirnya berbagai kegiatan berbasis teknologi, mulai dari pengembangan UMKM digital hingga teknologi kecerdasan buatan. Ini menunjukkan pentingnya ekosistem kampus dalam membangun budaya inovasi,” ujar Emil, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (25/5/2026).

Ia juga menyoroti perkembangan dunia komputasi yang dinilai bergerak jauh lebih cepat dibanding pembaruan kurikulum pendidikan tinggi. Karena itu, Emil menilai pembelajaran berbasis komunitas atau community learning menjadi salah satu cara paling efektif agar masyarakat dan generasi muda mampu mengikuti perkembangan teknologi secara cepat.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini semakin mudah diakses berkat hadirnya cloud computing. Jika sebelumnya pengembangan teknologi membutuhkan investasi besar untuk perangkat keras dan lisensi perangkat lunak, kini pengembang dapat memanfaatkan layanan komputasi awan dengan sistem yang lebih fleksibel dan terjangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Emil turut menekankan pentingnya komunitas pengembang seperti Google Developer Group sebagai wadah kolaborasi lintas kampus dan lintas daerah. Kehadiran komunitas tersebut dinilai mampu menciptakan pertukaran ilmu dan pengalaman antara peserta, praktisi, hingga para ahli teknologi.

Lebih lanjut, Emil mengaitkan perkembangan AI dengan tahapan revolusi industri, mulai dari penemuan mesin uap, listrik, komputer, hingga internet. Menurutnya, AI merupakan perkembangan lanjutan yang menggabungkan kekuatan komputasi dan konektivitas internet melalui pemanfaatan data center, machine learning, dan deep learning.

Ia menegaskan bahwa masa depan AI sangat bergantung pada kemampuan para pengembang dalam mengubah teknologi tersebut menjadi alat peningkat produktivitas nyata, bukan sekadar tren sesaat.

“Keberhasilan AI akan ditentukan oleh kemampuan menciptakan solusi yang mampu menghasilkan dampak ekonomi dan efisiensi kerja,” tegasnya.

Kepada mahasiswa dan peserta workshop yang mayoritas generasi muda, Emil berpesan agar terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI. Menurutnya, generasi saat ini berada pada fase penting karena masih mengalami proses pengembangan perangkat lunak secara manual sekaligus memanfaatkan bantuan AI dalam pengembangan teknologi.

Ia menegaskan bahwa AI bukan pengganti kemampuan dasar pemrograman, melainkan alat pendukung produktivitas atau productivity sparring partner. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap dasar pemrograman tetap menjadi hal penting agar pengembang mampu memahami potensi sekaligus keterbatasan AI secara tepat.

Selain itu, Emil juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunitas dalam membangun ekosistem digital. Menurutnya, pusat inovasi teknologi dunia seperti Silicon Valley tumbuh bukan semata karena infrastruktur, tetapi dari budaya berbagi pengetahuan dan kolaborasi yang kuat.

Sementara itu, Wakil Rektor III iSTTS Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, FX. Ferdinandus mengatakan bahwa iSTTS sebagai kampus berbasis teknologi memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan teknologi kepada masyarakat, baik sebagai pengguna maupun pengembang.

Ia berharap kegiatan Build with AI dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus memperkuat kolaborasi antara kampus, komunitas, dan industri teknologi dalam menghadapi perkembangan era digital.

Di akhir kegiatan, Emil berharap Build with AI Surabaya 2026 mampu menjadi sarana penguatan kapasitas generasi muda di bidang kecerdasan buatan dan teknologi digital. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus berinovasi dan bangga menjadi bagian dari komunitas teknologi yang membawa perubahan positif bagi masa depan.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait