Wabup Pidie Jaya Apresiasi Bantuan Jatim Pascabanjir dan Longsor
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 29 Des 2025 11.49 WIB
Wakil Bupati Pidie Jaya Apresiasi Gubernur Jatim atas Bantuan Pascabanjir dan Longsor
Kominfo Jatim - Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas dukungan serta bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pidie Jaya pascabencana banjir dan tanah longsor.
Ucapan tersebut disampaikan Hasan Basri saat meninjau langsung pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Emergency Medical Team (EMT) 4 Jawa Timur di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memberikan semangat kepada para relawan dan tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan.
Hasan Basri menegaskan bahwa kehadiran relawan serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan wujud nyata solidaritas antardaerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Ia menilai dukungan tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan darurat sekaligus pemulihan kondisi warga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan,” ujar Hasan Basri, melalui laman resmi Dinas Kominfo Jatim, dilansir Senin (29/12/2025).
Selain kepada Gubernur Jawa Timur, Hasan Basri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, tenaga kesehatan, serta jajaran Dinas Kesehatan yang terlibat aktif dalam pelayanan kemanusiaan di Pidie Jaya. Ia berharap sinergi dan dukungan tersebut dapat terus berlanjut hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, EMT 4 Jawa Timur memberikan pelayanan kesehatan kepada 45 warga terdampak bencana di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu. Pelayanan yang diberikan bersifat kuratif dengan diagnosa terbanyak meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 14 kasus, dermatitis 13 kasus, myalgia 12 kasus, hipertensi 3 kasus, diabetes melitus 2 kasus, serta satu kasus lainnya.
Koordinator EMT 4 Jawa Timur, Dr. Mukhamad Fathoni, S.Kep., Ners., MNS, menjelaskan bahwa seluruh tindakan di lapangan menjadi perhatian serius tim. Dari total pasien yang dilayani, sebanyak 21 orang berjenis kelamin laki-laki dan 24 orang perempuan. Berdasarkan kelompok usia, pasien terdiri atas dua balita, dua anak-anak, 27 orang dewasa, dan 14 orang lanjut usia.
Di sela perjalanan menuju lokasi pelayanan, petugas ambulans EMT 4 Jawa Timur juga menerima permintaan bantuan dari seorang warga untuk memeriksa anggota keluarganya yang sakit di rumah. Pasien berinisial Ny. M (60) ditemukan dalam kondisi umum lemah dengan tingkat kesadaran somnolen. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 216/113 mmHg dan kadar gula darah acak 421 mg/dl, dengan riwayat hipertensi dan diabetes melitus.
Selain itu, pasien mengalami kelemahan pada anggota gerak atas dan bawah sejak dua hari sebelumnya pascakejadian terjatuh. Melihat kondisi tersebut, pasien segera dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Meureudu. Berdasarkan advis petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien kemudian dirujuk ke RSUD Pidie Jaya untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Pasien datang dengan tekanan darah dan kadar gula yang sangat tinggi disertai penurunan kesadaran. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan penanganan dan sistem rujukan menjadi sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih berat,” pungkas Fathoni.
Dengan kolaborasi lintas daerah dan keterlibatan aktif relawan serta tenaga kesehatan, penanganan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya diharapkan dapat berjalan optimal. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kemanusiaan demi memastikan pemulihan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak dapat tercapai secara berkelanjutan.
