Seminar IKWI Jatim Bahas Peran Ibu Lawan Hoaks Digital


Seminar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Timur

Seminar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Timur

Kominfo Jatim - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Timur menggelar seminar bertema “Peran Perempuan dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital” di Aula Kantor PWI Jatim, Surabaya. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta, termasuk Ikatan Pelukis Wanita Indonesia Jawa Timur.

Sebagai keynote speaker, Ketua PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menegaskan bahwa perempuan saat ini mendominasi penggunaan media sosial.

“Sekitar 56,3 persen pengguna media sosial adalah perempuan. Tren dominasi ini sebenarnya sudah terlihat sejak 2021 yakni 52,6% pengguna instagram adalah perempuan. Ini momentum emas bagi perempuan untuk berdaya melalui komunitas dan literasi keuangan,” ujarnya.

Arumi juga mengingatkan pentingnya kemampuan dalam memilah informasi yang benar dan hoaks, serta cara mengantisipasi penyebarannya.

“Ibu-ibu harus selalu check and recheck informasi yang didapatkan di medsos sebelumnya disebarkan ya. Sekarang Pemprov Jatim sudah miliki klinik hoax yang dikelola oleh Kominfo, ” jelasnya.

Selain Arumi, keynote speaker lainnya adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin yang diwakili oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Putut Darmawan. Hadir pula sebagai pembicara Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno serta Wakil Direktur UKW PWI Pusat, Dr. Eko Pamuji.

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, menekankan bahwa peran ibu tidak hanya membatasi akses media sosial anak, tetapi juga menyertai dengan doa bagi putra-putrinya.

Menurutnya, selain memberikan bimbingan agar anak mampu memilah penggunaan media sosial secara bijak, doa orang tua juga memiliki peran penting dalam mendukung kesuksesan anak.

“Doa ibu lebih mustajab. Alhamdulilah, anak-anak saya berhasil dan sukses,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, Kabid IKP Dinas Kominfo Jatim, Putut Darmawan, menyampaikan bahwa orang tua dapat memanfaatkan aplikasi untuk mengontrol aktivitas anak dalam menggunakan media sosial. Hal ini penting agar anak tidak terpapar konten yang tidak sesuai dengan usianya.

“Kita akui medsos tidak bisa dihindari. Namun kita sebagai orang tua juga harus bisa memfilter medsos agar anak anak bisa bijak menggunakan medsos. Ada aplikasi yang bisa mengontrol medsos anak. Coba ibu ibu googling nanti akan ketemu,” tuturnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Selasa (14/4/2026).

Ketua IKWI Jatim, Endang Suprapti, menyatakan bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis sebagai panutan dalam keluarga, terutama dalam mendidik anak di era digital.

“Ibu-ibu harus bisa menyaring informasi yang benar dan tidak hoax untuk anak-anak. Ibu-ibu harus juga bisa membedakan mana informasi yang benar dan hoax untuk anak-anak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perempuan merupakan garda terdepan dalam mengakses sekaligus menyebarkan informasi di lingkungan keluarga.

“Saya berharap ibu-ibu juga harus menyaksikan atau akses informasi yang positif positif saja untuk anak-anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, menilai bahwa penguasaan informasi menjadi hal yang sangat penting di era digital saat ini.

"Untuk bisa menguasai informasi maka kuasai wartawan. Untuk bisa menguasai wartawan kuasailah istri-istrinya." katanya sambil bercanda.

Ia menambahkan, posisi perempuan dalam ekosistem informasi sangat strategis. Meski jumlah pengguna media sosial antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang, informasi yang disampaikan oleh ibu dinilai lebih dipercaya dalam keluarga.

"Tapi yang terpenting informasi dari ibu lebih dipercaya di mata keluarga. Sehingga ibu-ibu harus juga hati-hati memilih informasi untuk anak-anaknya," pungkas Lutfil.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait