Pemprov Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Pidie Jaya


Pemprov Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Klaster Kesehatan di Pidie Jaya

Pemprov Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Klaster Kesehatan di Pidie Jaya

Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kapasitas manajemen bencana klaster kesehatan melalui kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana bagi tenaga dan kader kesehatan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Meureudu sebagai upaya meningkatkan kesiapan layanan kesehatan dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Dokter relawan asal Jawa Timur dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran Surabaya, Prof. Dr. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., Sp.KKLP, M.MB, Ph.D., Subsp. FOMC, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan teoritis. Menurutnya, penguatan manajemen bencana klaster kesehatan harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

“Kesiapsiagaan bencana tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga latihan, ketersediaan perlengkapan, serta pemanfaatan teknologi. Integrasi edukasi, Kit Siaga Bencana, dan platform digital menjadi kunci untuk memperkuat ketangguhan tenaga kesehatan di daerah rawan bencana,” ujarnya, melansir laman resmi Dinas Kominfo Jatim, Senin (29/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan dan kader diperkenalkan dengan berbagai materi kesiapsiagaan, antara lain Modul SIGAP (Siaga Gawat Darurat dan Penanganan Bencana), buku saku Sehat dan Kuat di Situasi Darurat, serta pemberian Kit Siaga Bencana (KITANA) dan hygiene kit yang dikemas dalam tas emergency. Materi ini disusun untuk mendukung kesiapan tenaga kesehatan agar mampu merespons kondisi kedaruratan secara cepat dan tepat.

Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, peserta juga diperkenalkan dengan platform digital keluargasiaga.com, sebuah inovasi dari tim Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur. Platform ini menyediakan berbagai fitur, di antaranya KAGANA untuk penilaian kesiapsiagaan, E-BEN sebagai sarana edukasi kebencanaan, E-PDB untuk peringatan dini, E-PEDE terkait penyelamatan diri, E-VAPER untuk evakuasi dan pertolongan, hingga edukasi penggunaan KITANA.

Sementara itu, Dr. Mukhamad Fatoni, S.Kep., Ners., MNS., dari PPNI Jawa Timur menyampaikan bahwa tenaga kesehatan dituntut memiliki kesiapsiagaan yang terukur dan berkelanjutan dalam menghadapi bencana.

“Tenaga kesehatan harus memiliki kesiapsiagaan yang terukur dan berkelanjutan. Melalui penguatan manajemen bencana klaster kesehatan, nakes diharapkan mampu merespons dengan cepat dan tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat saat bencana terjadi,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Jawa Timur berharap kapasitas tenaga kesehatan di Kabupaten Pidie Jaya semakin kuat dan adaptif, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada situasi bencana.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait