Kominfo Jatim Dorong Guru Sekolah Rakyat Kuasai AI
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 2 hari yang lalu
Kominfo Jatim Dorong Guru Sekolah Rakyat Kuasai AI
Kominfo Jatim - Percepatan teknologi digital di Jawa Timur mulai direspons dengan langkah konkret melalui peningkatan kapasitas guru agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penggerak literasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).Melalui program CERDIG (Cerdas Digital), Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan Artificial Intelligence bagi guru IT Sekolah Rakyat secara daring. Pelatihan ini tidak lagi berfokus pada pengenalan dasar, melainkan pemanfaatan agentic AI serta otomasi berbasis large language model (LLM) yang kini semakin banyak digunakan di berbagai sektor.
Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan ruang digital yang semakin cepat dan kompleks. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, tingkat penetrasi internet di Jawa Timur pada 2025 mencapai 82,19 persen, meningkat dari 81,79 persen pada tahun sebelumnya. Peningkatan akses tersebut turut diikuti kenaikan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (Indi) Jawa Timur dari 46,07 pada 2024 menjadi 49,17 pada 2025. Namun, menurut Sherlita, capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi risiko di ruang digital.
“Di balik pertumbuhan itu, tantangan juga meningkat. Ruang digital tidak hanya membawa peluang, tetapi juga ancaman yang nyata,” ujarnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Senin (27/4/2026).
Data Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menunjukkan sepanjang 2025 terdapat lebih dari 2,7 juta konten negatif yang diblokir, mayoritas terkait judi online. Sementara itu, Jawa Timur juga termasuk wilayah dengan tingkat aduan tinggi terkait kejahatan digital. Berdasarkan data Satgas PASTI, sejak Januari 2025 hingga Januari 2026 tercatat 2.839 laporan pinjaman online ilegal dan 752 laporan investasi ilegal di Jawa Timur, menempatkannya di posisi tiga besar di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan pelatihan yang lebih spesifik. Guru, khususnya di Sekolah Rakyat, dipandang memiliki peran strategis dalam membentuk literasi digital generasi muda sejak dini.
“Guru harus naik level. Tidak cukup hanya paham teknologi, tetapi juga mampu mengarahkan siswa menggunakan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab,” tegas Sherlita.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat regulasi untuk melindungi kelompok rentan di ruang digital, salah satunya melalui kebijakan perlindungan anak dalam sistem elektronik, termasuk pembatasan akses akun bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi. Melalui program CERDIG, Diskominfo Jatim berupaya menjembatani kesenjangan antara pesatnya perkembangan teknologi dengan kesiapan sumber daya manusia. Pendekatan yang dilakukan pun semakin terarah dengan menyasar kelompok strategis seperti guru, agar dampaknya lebih terukur. Dengan mendorong pemanfaatan AI di sektor pendidikan, Jawa Timur tidak hanya berupaya mengejar ketertinggalan, tetapi juga membangun fondasi baru di mana teknologi dimanfaatkan secara kritis, produktif, dan bertanggung jawab.
