Khofifah: Talenta Digital & AI Kunci Kesiapan Hadapi Dunia Kerja
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Sosialisasi Program Pengembangan Talenta Digital
Kominfo Jatim - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pengembangan talenta digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta penguatan literasi teknologi menjadi kunci utama dalam menyiapkan lulusan SMA, SMK, dan SLB agar siap terserap di dunia kerja yang terus berubah dengan cepat.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Sosialisasi Program Pengembangan Talenta Digital Nasional Jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur di Surabaya.
Menurut Khofifah, tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja merupakan salah satu indikator penting keberhasilan sistem pendidikan. Bahkan, dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia, tingkat serapan lulusan oleh dunia usaha dan industri menjadi salah satu indikator utama yang dinilai.
“Istilah link and match memang mudah diucapkan, tetapi dalam praktiknya proses pencocokan antara lulusan dan kebutuhan dunia kerja terus mengalami dinamika. Data kebutuhan tenaga kerja selalu bergerak dan berubah, sehingga harus terus diperbarui agar kebijakan pendidikan yang kita susun tetap relevan,” ujar Khofifah, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Kamis, (22/1/2026).
Ia menambahkan, kebijakan pembangunan yang didasarkan pada data lama tidak akan efektif dalam menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, Jawa Timur memberi perhatian besar terhadap penguatan tata kelola data. Khofifah menyebut, Jawa Timur akan menerima apresiasi nasional sebagai provinsi terbaik dalam implementasi Satu Data Indonesia, yang mencerminkan komitmen seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan data yang akurat dan mutakhir.
Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, Khofifah menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital, big data, dan AI. Menurutnya, perusahaan berskala nasional hingga multinasional saat ini sepenuhnya bekerja berbasis data dan ekosistem digital.
“Jika ekosistem pembangunan kita ditopang oleh SDM yang memiliki kapasitas digital dan AI yang kuat, maka kepercayaan investor akan semakin besar, dan Jawa Timur akan menjadi tujuan utama investasi,” tegasnya.
Gubernur Khofifah juga menyinggung pesatnya pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Timur yang menuntut kesiapan SDM yang lebih cepat dan adaptif. Ia menyebutkan bahwa kontribusi industri manufaktur Jawa Timur telah mencapai 35 persen, melampaui target nasional jangka panjang.
“Kondisi ini harus diimbangi dengan kesiapan lulusan SMA, SMK, termasuk program double track, agar memiliki kompetensi kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” jelasnya.
Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa penguasaan teknologi dan AI tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, guru tidak akan tergantikan oleh AI, namun harus mampu menguasai dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
“Teknologi dan karakter harus berjalan beriringan. AI adalah alat bantu, sementara pembentukan karakter, etika, dan nilai kemanusiaan tetap menjadi peran utama pendidik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan mempercepat terbukanya peluang kerja bagi lulusan SMK, sekaligus meningkatkan kompetensi guru SMA dan SMK, khususnya pada jurusan teknologi informasi dan program double track. Ia menilai peluang kerja di bidang digital sangat luas dan dapat diakses melalui penguatan talenta serta pelatihan daring yang relevan.
Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Said Mirza Pahlevi, menambahkan bahwa dunia pendidikan saat ini berada di tengah akselerasi transformasi digital global. Oleh karena itu, pelatihan yang dikembangkan tidak lagi bersifat konvensional, melainkan terintegrasi dengan pemanfaatan AI, mulai dari pemahaman dasar hingga penerapan yang lebih aplikatif.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 peserta secara luring dan 1.140 peserta secara daring. Acara juga disiarkan langsung melalui fasilitasi live streaming oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur serta disaksikan oleh sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur yang memiliki kompetensi di bidang komputer dan teknologi informasi.
