Hari Lingkungan Hidup, Khofifah Soroti Mangrove dan Sampah
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 5 jam yang lalu
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Kominfo Jatim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memaparkan berbagai program pelestarian lingkungan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama Menteri Lingkungan Hidup secara virtual dari kawasan Ampel, Surabaya.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup tersebut menghubungkan tujuh provinsi di Indonesia melalui teleconference untuk memantau perkembangan berbagai program pelestarian lingkungan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan bahwa upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan harus dilakukan secara menyeluruh melalui langkah promotif, preventif, dan kuratif.
Menurutnya, kegiatan bersih-bersih lingkungan merupakan bagian dari upaya kuratif, sedangkan berbagai program pelestarian alam yang dijalankan pemerintah daerah menjadi langkah promotif dan preventif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Salah satu program yang terus diperkuat adalah rehabilitasi dan penanaman mangrove. Khofifah menjelaskan bahwa mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida yang tinggi sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.
“Festival Mangrove telah kami laksanakan selama tiga tahun berturut-turut. Sekitar 51 persen luasan mangrove di Pulau Jawa berada di Jawa Timur. Ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif yang kami lakukan bersama masyarakat,” ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Selasa (9/6/2026).
Selain itu, Pemprov Jatim juga mengembangkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan yang memanfaatkan lahan sekolah untuk budidaya sayuran, buah-buahan, dan perikanan. Program tersebut sekaligus mendorong pengelolaan sampah organik menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian di lingkungan sekolah.
“Bagaimana sampah bisa diolah menjadi pupuk, kemudian dimanfaatkan untuk menanam sayur, buah maupun mendukung sektor perikanan. Program ini sudah berjalan di Jawa Timur,” kata Khofifah.
Di sektor pengelolaan sampah, Khofifah mendorong percepatan implementasi program pengolahan sampah menjadi energi listrik. Menurutnya, skema yang saat ini mensyaratkan kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari perlu dikaji agar daerah dengan volume sampah sekitar 500 ton per hari juga dapat memperoleh akses terhadap program tersebut.
Ia mencontohkan wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya yang telah memenuhi kapasitas tersebut, sementara kawasan lain seperti Kediri Raya dan Mataraman juga dinilai layak memperoleh dukungan pembangunan fasilitas serupa.
“Saya mengusulkan agar daerah dengan kapasitas sekitar 500 ton per hari juga dapat masuk dalam program ini. Jangan menunggu hingga mencapai 1.000 ton karena pembangunan infrastruktur memerlukan waktu yang panjang,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, pada 28 Maret 2026 telah dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara tujuh kepala daerah di Jawa Timur dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengembangan program pengelolaan sampah menjadi energi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan Danantara dapat mempercepat realisasi program tersebut di Jawa Timur.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah yang dinilai telah berkembang menjadi gerakan bersama di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, Ibu Gubernur memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap lingkungan hidup dan persoalan sampah. Bahkan telah menjadi gerakan di berbagai tempat untuk menjaga lingkungan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus diperkuat untuk menghadirkan berbagai solusi pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan di Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
