Banjir Lamongan, Gubernur Khofifah Pastikan Penanganan Cepat


Gubernur Khofifah Tinjau Banjir di Lamongan

Gubernur Khofifah Tinjau Banjir di Lamongan

Kominfo Jatim — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan kepada warga sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., Gubernur Khofifah memastikan distribusi bantuan serta penanganan banjir berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan serta pendampingan yang memadai.

“Saya datang langsung ke Desa Laladan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak dapat tertangani sebaik mungkin,” ujar Gubernur Khofifah, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (12/1/2026).

Berdasarkan siaran pers Dinsos Jatim, selain menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan kebencanaan, Pemprov Jatim juga mendistribusikan bantuan nonpangan untuk mendukung kebutuhan warga dan petugas di lapangan. Bantuan tersebut meliputi selimut, sandang, perlengkapan makanan, serta sepatu boots untuk operasional penanganan banjir.

Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Jawa Timur masih berpotensi ekstrem. Mengacu pada data BMKG Juanda, intensitas hujan diperkirakan meningkat signifikan pada awal 2026, dengan Januari sebagai periode potensi curah hujan tertinggi.

Ia menjelaskan, intensitas hujan pada Desember 2025 tercatat sekitar 20 persen, sementara pada Januari 2026 diproyeksikan meningkat hingga 58 persen sebelum kembali menurun pada Februari.

Sejalan dengan prediksi tersebut, Pemprov Jatim telah melakukan langkah mitigasi sejak Desember 2025 melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan risiko bencana hidrometeorologi.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari ikhtiar mitigasi untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko bencana. Upaya ini kami lakukan sebagai ikhtiar lahir yang terus diiringi doa dan kerja lapangan,” terang Gubernur Khofifah.

Sebagai informasi, banjir di Kecamatan Deket merendam empat desa, yakni Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan, dengan total 538 rumah warga terdampak. Hingga saat ini, kondisi dilaporkan stabil serta tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsian.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait