Harganas 2026, Khofifah Hadirkan Pelita ASN untuk Keluarga ASN


Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33

Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33

Kominfo Jatim - Bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meluncurkan program Pendampingan dan Layanan Terintegrasi bagi Keluarga Aparatur Sipil Negara (Pelita ASN) serta meresmikan perubahan nama Rumah Sakit Menur menjadi Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono, Surabaya.

Dalam sambutannya, Khofifah menjelaskan bahwa Pelita ASN merupakan layanan pendampingan bagi keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program tersebut menyediakan layanan konsultasi, konseling psikologis, dan mediasi secara gratis serta bersifat rahasia melalui portal Rumah ASN Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur.

Selain meluncurkan Pelita ASN, Khofifah juga meresmikan rebranding Rumah Sakit Menur menjadi Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono. Menurutnya, perubahan nama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat citra rumah sakit yang kini tidak hanya dikenal sebagai rumah sakit layanan kesehatan jiwa, tetapi juga telah berkembang menjadi rumah sakit dengan layanan kesehatan yang lebih lengkap dan modern.

"Terima kasih kepada keluarga besar Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono. Kualitas layanan dan kebersihannya tetap dijaga. Dengan nama besar ini kita semua menjaga, semoga semua amal baik beliau diterima Allah SWT," ujar Khofifah di Graha Menur Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono, Surabaya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Selasa (30/6/2026).

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak dalam belajar kasih sayang, nilai-nilai kehidupan, penghormatan terhadap sesama, serta memperoleh perlindungan dan pemenuhan hak-haknya.

Menurutnya, pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, melainkan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu sebagai mitra yang setara dalam membangun keluarga yang berkualitas.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan persetujuan Pelita ASN antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, serta Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

Rangkaian acara turut diisi dengan penyerahan Pencegahan Perkawinan Anak (PPA) Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Penghargaan Juara I diraih Malang, Juara II diraih Kabupaten Trenggalek, dan Juara III diraih Probolinggo. Sementara itu, kategori Inovasi Terbaik diberikan kepada Surabaya, Kelembagaan Terbaik diraih Kabupaten Lamongan, serta Koordinasi Lintas Sektor Terbaik diberikan kepada Kabupaten Ngawi.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait