Emil Dardak: Koperasi Merah Putih Tak Akan Geser Koperasi Lama
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 7 jam yang lalu
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak
Kominfo Jatim - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak akan menggeser koperasi-koperasi lokal yang selama ini telah aktif dan berkembang di masyarakat. Sebaliknya, KDMP dirancang untuk memperkuat ekosistem koperasi yang sudah ada melalui kolaborasi dan integrasi potensi ekonomi desa.
“Kalau sudah ada koperasi duluan di sana, misalnya nelayan sudah punya koperasi untuk bikin es, ya itu padukan bukan digantikan. Karena mereka sudah punya koperasi yang bagus. Begitu juga dengan peternak,” katanya di DPRD Jawa Timur, Surabaya.
Emil mencontohkan keberhasilan program Kementerian Koperasi sebelumnya, seperti Tora Sera di Pondok Pesantren Paiton, yang mampu mengagregasi produk dari berbagai desa. Menurutnya, model seperti itu dapat menjadi bagian penting dalam mendukung rantai pasok KDMP ke depan.
“Fokus Kementerian Koperasi adalah membangun ekosistemnya. Bagaimana sebisa mungkin KDMP ini menjadi bagian dari ekosistem yang saling menguatkan dengan koperasi-koperasi yang sudah ada,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sejumlah KDMP di Jawa Timur telah menunjukkan kesiapan untuk beroperasi. Meski program tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Koperasi dan Agrinas sebagai leading sector, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mengawal implementasinya agar sejalan dengan kebutuhan dan potensi daerah.
Selain itu, Pemprov Jatim melalui Dinas Koperasi terus melakukan pendampingan terhadap KDMP yang telah terbentuk di berbagai desa. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan operasional koperasi berjalan optimal dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Dinas Koperasi terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Koperasi untuk memastikan integrasi potensi lokal berjalan mulus. Kita ingin KDMP ini benar-benar memberi dampak ekonomi kongkret di masyarakat,” ujar Emil, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Rabu (24/6/2026).
Terkait jumlah KDMP yang telah siap beroperasi penuh, Emil memilih tidak menyampaikan angka secara rinci. Menurutnya, informasi tersebut akan disampaikan oleh Kementerian Koperasi setelah seluruh proses persiapan dan verifikasi selesai dilakukan.
“Itu kan nanti biar disampaikan oleh pihak Kementerian Koperasi ya, karena ini lagi tahap setup. Tentu kita tahu bahwa butuh waktu untuk memastikan,” jawabnya.
Meski sebagian besar KDMP masih menunggu proses operasionalisasi resmi dari Agrinas, Emil mengungkapkan sejumlah desa telah menunjukkan inisiatif untuk memperkenalkan keberadaan koperasi tersebut kepada masyarakat.
Ia menyebut ada desa yang memanfaatkan kendaraan operasional lengkap dengan pengeras suara untuk melakukan sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat KDMP. Menurutnya, langkah-langkah kreatif seperti itu merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman publik terhadap program baru tersebut.
“Ada juga yang memang kreatif, kemudian truknya dipakai untuk sosialisasi dengan speaker-speaker supaya masyarakat tahu KDMP. Ya, itu bagian dari kreasi yang menimbulkan reaksi publik yang variatif,” pungkasnya.
