Jatim Percepat Imunisasi Dasar, Tekan 50 Ribu Anak Zero Dose
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 12 jam yang lalu
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono dalam acara High Level Meeting
Kominfo Jatim – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mendorong pemerintah kabupaten/kota memperkuat kolaborasi dalam mempercepat capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) sekaligus menurunkan angka zero dose, yakni anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali.
Hal tersebut disampaikan Adhy saat membuka High Level Meeting (HLM) bertajuk Dialog Bersama Pak Sekda: Dari Komitmen Menjadi Aksi untuk Generasi Sehat dan Berkualitas melalui Penurunan Zero Dose Imunisasi. Kegiatan ini diikuti sekretaris daerah dari delapan kabupaten, perangkat daerah terkait, perwakilan UNICEF, serta akademisi dari Universitas Airlangga.
Dalam sambutannya, Adhy menegaskan bahwa imunisasi merupakan investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh perlindungan kesehatan melalui imunisasi agar dapat tumbuh sehat dan memiliki kualitas hidup yang baik.
"Keberhasilan imunisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan vaksin, tetapi juga oleh kemampuan kita membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat," ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan target RPJMN 2026, pemerintah menetapkan cakupan nasional Imunisasi Dasar Lengkap sebesar 85 persen. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan target yang lebih tinggi, yakni 95 persen sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan perlindungan kesehatan anak.
Namun hingga Mei 2026, capaian Imunisasi Dasar Lengkap di Jawa Timur baru mencapai 34,5 persen, masih di bawah target minimal provinsi sebesar 39,6 persen. Dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, baru delapan daerah atau sekitar 21,05 persen yang berhasil memenuhi target tersebut.
Adhy memberikan apresiasi kepada daerah dengan capaian terbaik, yakni Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Blitar. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kepemimpinan daerah, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program imunisasi.
Di sisi lain, ia meminta daerah yang masih memiliki capaian rendah, seperti Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Madiun, untuk segera melakukan langkah percepatan.
Selain capaian imunisasi dasar lengkap, Adhy juga menyoroti masih tingginya jumlah anak yang berpotensi menjadi zero dose. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 50.538 anak di Jawa Timur belum memperoleh imunisasi sama sekali.
"Kondisi ini menjadi perhatian serius karena mereka merupakan kelompok yang paling rentan terhadap penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi," katanya.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya, di antaranya menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang percepatan layanan imunisasi dan penurunan zero dose, membentuk Desa/Kelurahan Imunisasi Mantap (Desa IMAN), serta membentuk Tim Koordinasi Akselerasi Program Imunisasi (KAPI) Provinsi Jawa Timur.
Menurut Adhy, berbagai langkah tersebut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor bersama TP PKK, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta mitra pembangunan seperti UNICEF.
Ia menegaskan bahwa peningkatan cakupan imunisasi tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, melainkan memerlukan dukungan seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat.
Karena itu, Adhy mendorong tiga strategi utama, yakni memperkuat Tim KAPI di tingkat kabupaten/kota, memperluas implementasi Desa Imunisasi Mantap (Desa IMAN), serta mengoptimalkan pendekatan My Village My Home atau Desaku Rumah Imunisasiku agar setiap keluarga mengetahui dan memastikan status imunisasi anaknya.
"Melalui forum ini kita tidak berhenti pada diskusi dan komitmen, tetapi harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang terukur di lapangan. Setiap anak yang berhasil kita imunisasi adalah investasi bagi masa depan Jawa Timur," pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor UNICEF Tubagus Arie Rukmantara, Ketua Geliat Unair Nyoman Anita Damayanti, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Kepala Bappelitbang Kabupaten Sampang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang.
