Diskominfo Jatim Bekali Siswa Verifikasi Hoaks di Era Digital
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Cerdig Kominfo Beri Pelatihan Verifikasi Klinik Hoaks bagi Siswa Sekolah Rakyat
Kominfo Jatim – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat literasi digital bagi generasi muda melalui program CERDIG (Cerdas Digital). Kali ini, Diskominfo Jatim menggelar pelatihan bertema “Verifikasi Klinik Hoaks bagi Sekolah Rakyat di Jawa Timur”, yang dilaksanakan secara daring dan diikuti siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) serta Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) se-Jawa Timur.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Jatim, Putut Darmawan, mewakili Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan bahwa generasi muda merupakan kelompok yang sangat aktif memanfaatkan internet dan media sosial. Kondisi tersebut membuat mereka rentan terpapar informasi palsu sekaligus berpotensi menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Untuk itu diperlukan penguatan literasi digital melalui peningkatan kemampuan mengenali, memverifikasi, dan mengklarifikasi informasi. Kemampuan tersebut menjadi penting agar peserta didik memiliki kecakapan dalam memilah informasi yang benar, memahami sumber informasi yang kredibel, serta mampu berpartisipasi dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif,” jelasnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (22/6/2026).
Menurut Putut, melalui kegiatan CERDIG ini diharapkan para peserta mampu menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Selain memiliki kecakapan digital dan kemampuan berpikir kritis, mereka juga diharapkan memiliki kesadaran untuk berperan aktif menciptakan ekosistem informasi yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Praktisi Literasi Digital dan Cek Fakta, Dedy Adi Kusuma. Ia menjelaskan bahwa hoaks merupakan informasi bohong atau menyesatkan yang sengaja dibuat dan disebarluaskan seolah-olah benar. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi.
Menurut Dedy, terdapat empat langkah sederhana yang dapat digunakan untuk memeriksa kebenaran sebuah informasi.
Langkah pertama adalah check the source, yaitu memastikan siapa sumber atau pihak yang menyampaikan informasi. Kedua, check the fact, dengan memeriksa fakta dan bukti yang mendukung informasi tersebut. Ketiga, check the image, yakni menelusuri keaslian gambar untuk mengetahui apakah foto yang digunakan asli atau telah dimanipulasi. Keempat, check the date, yaitu memeriksa tanggal publikasi untuk memastikan informasi yang beredar bukan berita lama yang diangkat kembali tanpa konteks yang tepat.
“Putus rantai kebohongan, kalau ragu atau terbukti hoaks, jangan diteruskan. Memutus rantai sebar itu sangat membantu. Jadi cerdas, saring sebelum sharing,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Diskominfo Jatim berharap peserta Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang aktif, tetapi juga mampu menjadi penyaring informasi yang kritis dan bertanggung jawab dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
