Inflasi Pangan Jadi Sorotan, Khofifah Tinjau Pasar Klojen


Gubernur Khofifah Meninjau Kondisi Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Pasar Klojen

Gubernur Khofifah Meninjau Kondisi Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Pasar Klojen

Kominfo Jatim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antar daerah dan antar lembaga sebagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi pangan serta menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Klojen, Kota Malang. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan meninjau sejumlah lapak pedagang mulai dari sembako, sayuran, daging ayam hingga daging sapi.

Selain memantau harga, Gubernur juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli guna memperoleh gambaran riil kondisi pasar sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.

“Monitoring langsung seperti ini penting sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Khofifah.

Pasar Klojen dipilih karena menjadi salah satu pasar referensi dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digunakan untuk memantau perkembangan harga komoditas strategis di berbagai daerah.

Usai peninjauan, Khofifah mengapresiasi pengelolaan Pasar Klojen yang dinilai berhasil mengintegrasikan pasar tradisional dengan sentra kuliner secara tertata, bersih, dan nyaman.

Menurutnya, konsep tersebut menjadikan Pasar Klojen tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata kuliner tradisional yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyoroti distribusi beras medium SPHP dan Minyakita yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia meminta adanya koordinasi yang lebih intensif antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Malang, serta Perum Bulog agar pasokan kedua komoditas tersebut dapat tersedia secara merata dan mudah diakses masyarakat.

“Sebagian besar masyarakat Kota Malang memang sudah mengonsumsi beras premium. Namun beras medium SPHP tetap harus tersedia karena stok beras medium di Jawa Timur saat ini cukup besar,” katanya.

Khofifah menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus dapat mengakses bahan pokok dengan harga yang terjangkau, termasuk beras SPHP dan Minyakita. Berdasarkan hasil pemantauan, masih ditemukan harga Minyakita yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) sehingga memerlukan langkah penanganan lebih lanjut.

“Temuan ini menjadi perhatian serius agar keterjangkauan harga bagi masyarakat dapat segera dikembalikan ke tingkat yang wajar dan terkontrol,” tegasnya.

Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam mengantisipasi kenaikan harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi, khususnya cabai rawit dan bawang merah.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga bawang merah tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram dari sebelumnya berkisar Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit berada pada kisaran Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, meskipun di sejumlah pasar lain di Kota Malang masih ditemukan harga sekitar Rp80 ribu per kilogram.

“Di sinilah pentingnya koordinasi antar daerah. Komoditas yang berpotensi memicu inflasi harus segera diidentifikasi sehingga langkah mitigasi dan antisipasi dapat dilakukan sejak dini,” jelasnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Rabu (3/6/2026).

Di sisi lain, Khofifah menyebut harga telur ayam ras masih berada pada kondisi stabil bahkan cenderung menurun. Harga daging sapi juga terpantau relatif stabil menjelang Iduladha, berbeda dengan pola kenaikan yang biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah.

“Bagaimana agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan keterjangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok dapat terus dikendalikan dengan baik,” ujarnya.

Menutup kunjungannya, Khofifah kembali memberikan apresiasi terhadap pengelolaan Pasar Klojen yang dinilai mampu menjadi contoh inovasi pasar tradisional modern yang produktif, tertata, dan memiliki daya tarik wisata.

“Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan pasar rakyat yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga menjadi destinasi yang menarik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait