Peternak Protes Harga Telur, Emil Janjikan Langkah Konkret


Aksi Unjuk Rasa Ratusan Peternak Ayam Petelur di Depan Gedung DPRD Jawa Timur

Aksi Unjuk Rasa Ratusan Peternak Ayam Petelur di Depan Gedung DPRD Jawa Timur

Kominfo Jatim - Ratusan peternak ayam petelur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur, untuk menyampaikan aspirasi terkait anjloknya harga telur di tingkat produsen. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang saat itu mengikuti Rapat Paripurna DPRD, keluar menemui langsung para peternak.

Dalam dialog bersama massa aksi, Emil menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dihadapi peternak. Menurutnya, harga telur saat ini masih belum mampu menutup biaya produksi sehingga diperlukan langkah nyata untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak.

"Kami sangat berempati dengan kondisi teman-teman peternak. Kami prihatin karena harga telur saat ini masih belum ideal untuk menutup biaya-biaya produksi mereka," ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Selasa (30/6/2026).

Emil menjelaskan terdapat tiga persoalan utama yang memengaruhi kondisi tersebut. Pertama, terjadinya kelebihan pasokan (over supply) telur akibat tingginya produksi ayam petelur. Menurutnya, pemerintah pusat telah berkomitmen mengendalikan pasokan day old chick (DOC) ayam petelur agar produksi lebih seimbang dengan kebutuhan pasar.

"Kalau tidak dikendalikan, tentu akan terjadi over supply," katanya.

Persoalan kedua berkaitan dengan penyerapan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Emil mengatakan, hasil koordinasi antara Dinas Peternakan, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Badan Pangan Nasional menyepakati penyerapan telur sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan harga minimal Rp24.000 per kilogram.

Ia mengungkapkan skema tersebut telah berjalan sekitar dua pekan sebelum masa libur. Namun, tingkat kepatuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta mitranya masih beragam.

"Kami sudah meminta data mana yang patuh dan mana yang belum. Nanti akan kami sampaikan kepada Badan Gizi Nasional agar dapat diberikan teguran," jelas Emil.

Isu ketiga menyangkut implementasi surat Kepala Badan Pangan Nasional mengenai harga acuan telur, yakni sebesar Rp26.500 per kilogram di tingkat produsen dan Rp30.000 per kilogram di tingkat konsumen. Emil mengatakan para peternak juga menginginkan audiensi langsung dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur untuk membahas pengawasan pelaksanaan kebijakan tersebut.

Sebelumnya, dalam aksi tersebut para peternak membagikan telur rebus kepada anggota DPRD, staf, dan aparat keamanan sebagai simbol kampanye pentingnya konsumsi telur sekaligus bentuk kepedulian terhadap kondisi peternak.

Mereka menyampaikan bahwa harga telur di tingkat peternak saat ini hanya berkisar Rp16.000 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pemerintah, sementara harga pakan terus mengalami kenaikan sehingga semakin menekan biaya produksi.

Aksi tersebut juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Jawa Timur, di antaranya Wiwin Sumrambah dan Roaitu Nafif Laha. Para peternak berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi agar harga telur meningkat dan harga pakan lebih terkendali.

"Kami sangat senang jika harga telur naik dan harga pakan turun," ujar Nur Muhammad Ali.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait