Emil Lepas Tim Yankes Bergerak Layani 1.371 Warga Sapudi


Wagub Jatim Melepas Tim Yankes Bergerak Tahap II Tahun 2026

Wakil Gubernur Jawa Timur melepas Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap II Tahun 2026

Kominfo Jatim - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melepas Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) Bergerak Tahap II Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Surabaya. Tim tersebut akan memberikan layanan kesehatan spesialistik dan skrining kepada 1.371 warga Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep.

Program Yankes Bergerak merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan, terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan.

Wagub Emil menjelaskan, tim kesehatan dijadwalkan berangkat menuju Pulau Sapudi pada Jumat malam atau Sabtu dini hari, 13 Juni 2026. Jadwal keberangkatan disesuaikan dengan rekomendasi dan prakiraan cuaca dari BMKG Maritim Tanjung Perak guna menjamin keselamatan seluruh personel selama perjalanan laut.

“Pemberangkatan memang rutin dilakukan pada malam hari agar tim dapat tiba di Sumenep pada pagi hari. Saya melihat semangat teman-teman luar biasa, apalagi Pulau Sapudi bukan wilayah yang mudah dijangkau. Mereka rela mendedikasikan tenaga dan waktunya untuk melayani masyarakat,” ujar Emil, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Kamis (11/6/2026).

Tim Yankes Bergerak terdiri atas dokter spesialis mata, anestesi, bedah mulut, obstetri dan ginekologi, THT, bedah umum, paru, perawat, radiografer, tenaga farmasi, tenaga elektromedis, serta tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.

Pelaksanaan program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah rumah sakit rujukan di Jawa Timur, antara lain RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUD Mohammad Noer Pamekasan, Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur, serta RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Menurut Emil, kolaborasi berbagai tenaga kesehatan dari beragam jenjang keahlian tersebut menjadi kekuatan utama dalam memberikan layanan kesehatan secara intensif selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.

“Tenaga spesialis yang terlibat akan menjangkau sekitar 1.371 warga di Pulau Sapudi. Jika ditemukan kondisi yang dapat langsung ditangani di lokasi, maka penanganan akan segera dilakukan,” jelasnya.

Program Yankes Bergerak sendiri telah dilaksanakan sejak 2019 dan menyasar berbagai wilayah 3T di Jawa Timur. Emil menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.

“Bukan hanya di Sapudi, sebelumnya juga dilaksanakan di Pulau Raas dan sejumlah wilayah lainnya. Melalui pendekatan jemput bola ini, masyarakat dapat memperoleh diagnosis dan pelayanan langsung dari tenaga spesialis,” tuturnya.

Keberhasilan program tersebut turut didukung kolaborasi lintas sektor bersama Bappeda Provinsi Jawa Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur melalui Kapal GN-1, PERDAMI Malang Raya, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Griya Sehat Mada Sakti Sumenep, PT Dharma Dwipa Utama, PLN ULP Kepulauan Kangean, serta BMKG Maritim Tanjung Perak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, mengatakan Pelayanan Kesehatan Bergerak merupakan program strategis untuk mendekatkan akses layanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kendala geografis.

Pada tahun 2026, program tersebut ditargetkan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Kegiatan pertama telah berlangsung di Pulau Raas pada April lalu, tahap kedua akan digelar di Pulau Sapudi pada 13–16 Juni 2026, sedangkan tahap ketiga direncanakan berlangsung di Pulau Kangean pada Oktober 2026.

Erwin menjelaskan, layanan yang diberikan mencakup Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), mulai dari pelayanan spesialis, tindakan medis, skrining kesehatan, hingga edukasi kesehatan masyarakat.

“Sebanyak 1.371 warga menjadi sasaran layanan yang meliputi penanganan tuberkulosis, kesehatan ibu dan anak, kesehatan tradisional, kesehatan jiwa, pelayanan mata, bedah umum, pengendalian stunting, deteksi gangguan pendengaran bayi, pemeriksaan kusta, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga layanan telemedicine Telesapa Madura,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait