Kerukunan Umat Terjaga, DPRD Jatim Apresiasi Gubernur Khofifah


Anggota DPRD Jawa Timur, Mengapresiasi Kepemimpinan Gubernur Jatim

Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi, Mengapresiasi Kepemimpinan Gubernur Jawa Timur

Kominfo Jatim – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi, mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam menjaga iklim kerukunan antarumat beragama yang kondusif dan berkelanjutan sepanjang tahun 2025.

Sepanjang tahun tersebut, Jawa Timur tercatat nihil konflik berlatar belakang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Capaian ini dinilai sebagai prestasi penting di tengah dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks.

“Selama tahun 2025 nihil permasalahan SARA maupun konflik sosial lainnya. Ini merupakan hasil integritas Forkopimda Jawa Timur yang terkoordinasi dengan baik di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah,” ujar Sumardi di Surabaya.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menyebut, keberhasilan menjaga harmoni sosial tidak terlepas dari kepemimpinan yang inklusif serta komunikasi intensif antara pemerintah daerah, apparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

“Pola komunikasi dan pendekatan yang lebih baik membuat persoalan kerukunan umat beragama di Jawa Timur berjalan lebih tenang dan kondusif,” paparnya.

Menurut Sumardi, kerukunan umat beragama bukan hanya persoalan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Kerukunan beragama menumbuhkan solidaritas, empati, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini sangat penting dalam menjaga kohesi sosial dan memperkokoh persatuan bangsa,” jelasnya, melalui laman resmi Dinas Kominfo Jatim, dilansir Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, sinergitas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah mencerminkan komitmen negara dalam menjamin rasa aman serta kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama.

Stabilitas sosial yang terjaga tersebut, lanjutnya, juga berdampak positif terhadap pembangunan daerah, iklim investasi, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Keberhasilan Jawa Timur dalam menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama bahkan dapat menjadi model percontohan di tingkat nasional,” tandasnya.

Sumardi berharap, pola koordinasi dan pendekatan dialogis yang telah diterapkan di Jawa Timur dapat terus dipertahankan dan direplikasi oleh daerah lain guna memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait