Webinar CERDIG Ungkap Modus Gendam AI yang Kian Canggih
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 21 jam yang lalu
Webinar CERDIG (Cerdas Digital) Beruang Siber Jawa Timur Jilid XIV
Kominfo Jatim - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat literasi keamanan siber masyarakat melalui Webinar CERDIG (Cerdas Digital) Beruang Siber Jawa Timur Jilid XIV yang mengangkat tema “Malam Satu Suro: Waspada Manipulasi dan Gendam di Dunia Digital”.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai ancaman kejahatan siber yang semakin berkembang seiring pesatnya transformasi digital. Melalui webinar tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai modus manipulasi digital, pencurian kredensial akun, hingga rekayasa sosial berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang kini semakin canggih dan sulit dideteksi.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jawa Timur, Aulia Bahar Permana, mengatakan bahwa akun digital saat ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, ancaman pencurian akun dan identitas digital juga terus meningkat dengan berbagai metode baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi.
Menurutnya, serangan terhadap akun digital menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling dominan saat ini. Pelaku tidak hanya memanfaatkan celah teknis, tetapi juga menggunakan rekayasa sosial dan teknologi AI untuk mengelabui korban.
“Melalui kegiatan ini kami berharap peserta dapat memahami tren dan modus pencurian kredensial akun di era digital, mengenali metode serangan seperti MFA Fatigue, Session Hijacking, dan Deep Fake AI, memahami langkah praktis dalam melindungi akun dan identitas digital, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap rekayasa sosial dan penipuan berbasis AI,” ujar Aulia.
Ia menambahkan, webinar CERDIG juga diharapkan menjadi sarana edukasi yang mampu meningkatkan literasi keamanan siber baik bagi masyarakat umum maupun instansi pemerintah sehingga lebih siap menghadapi berbagai risiko di ruang digital.
Pada kesempatan tersebut, Software Engineer sekaligus Security Researcher, Dyan Galih, hadir sebagai narasumber. Ia memaparkan berbagai langkah sederhana namun efektif untuk menjaga keamanan data pribadi di era digital.
Dyan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan oversharing di media sosial, seperti membagikan lokasi secara real-time, foto boarding pass, maupun informasi pribadi lainnya yang berpotensi disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab.
Selain itu, ia juga mendorong masyarakat untuk mengatur privasi akun media sosial, menggunakan autentikasi multi-faktor (MFA), serta menghindari kebiasaan mengklik tautan atau mengikuti kuis daring yang tidak jelas sumbernya.
“Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal dan selalu menggunakan aplikasi resmi. Hindari mengunduh maupun menggunakan aplikasi bajakan karena berpotensi menjadi pintu masuk berbagai ancaman siber,” jelasnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Kamis (11/6/2026).
Dyan menegaskan bahwa perlindungan data pribadi harus dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk penggunaan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun digital.
“Data yang aman melindungi diri dan masa depan Anda. Password yang kuat adalah langkah pertama untuk melindungi data Anda dari akses yang tidak sah,” tegasnya.
Melalui Webinar CERDIG Beruang Siber Jilid XIV ini, Diskominfo Jawa Timur berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keamanan akun dan identitas digital, sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.
