Lewat CERDIG, Kominfo Jatim Bentengi Sekolah Rakyat dari Hoaks
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 5 jam yang lalu
Diskominfo Provinsi Jawa Timur Menggelar Webinar Cerdas Digital
Kominfo Jatim - Pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Big Data membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi potensi penyebaran Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) di ruang siber.
Menjawab tantangan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar Webinar Cerdas Digital (CERDIG) Sekolah Rakyat Seri II bertajuk “Data yang Benar, Masa Depan yang Lebih Baik” secara daring melalui Zoom, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kecakapan digital bagi seluruh ekosistem Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Berdasarkan data Kementerian Sosial RI, saat ini terdapat 26 Sekolah Rakyat di Jawa Timur dengan total 2.249 siswa.
Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Data dan Statistik (Dastik), Ir. Imam Fahamsyah, menegaskan bahwa kemudahan akses teknologi di era AI perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring dan memverifikasi informasi.
Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat perlu dibekali kesadaran digital agar tidak mudah terjebak hoaks maupun konten bermuatan fitnah yang dapat tersebar dengan cepat melalui media sosial.
“Kita perlu mewaspadai Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) yang dapat menyebar dengan cepat melalui ruang digital. Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri untuk memeriksa sumber, memahami konteks, dan memastikan kebenaran informasi,” tegasnya.
Imam menambahkan, literasi digital yang ditanamkan melalui CERDIG Seri II tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan gadget maupun perangkat berbasis AI. Lebih dari itu, literasi digital juga diarahkan untuk membentuk pola pikir kritis dan membangun etika dalam beraktivitas di ruang siber.
Selain membekali peserta dalam menghadapi ancaman DFK, Imam menjelaskan bahwa pengelolaan data yang akurat bagi 2.249 siswa Sekolah Rakyat juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan kebijakan pendidikan.
Data peserta didik, sarana dan prasarana, hingga hasil evaluasi pembelajaran dapat menjadi acuan dalam menentukan langkah perbaikan sekolah secara lebih tepat dan terukur.
“Data yang akurat dan mutakhir akan menghasilkan informasi berkualitas. Sebaliknya, data yang tidak tepat dapat memengaruhi ketepatan dalam mengambil keputusan,” jelasnya.
Melalui CERDIG Seri II, Diskominfo Jatim mendorong agar 2.249 siswa Sekolah Rakyat bersama para pendampingnya tidak hanya memiliki kecakapan dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengguna ruang digital yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab.
Webinar tersebut diikuti kepala sekolah, guru, pendamping, serta ratusan siswa Sekolah Rakyat se-Jawa Timur. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni dari BPS Jatim Arga Parama Yufinanda dan UPT TIKP Dinas Pendidikan Jatim, Ari Suprapto.
