Safari Perhutanan Sosial Jatim Dorong Ekonomi dan Hutan Lestari
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 jam yang lalu
Safari Perhutanan Sosial
Kominfo Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus mendorong pengembangan perhutanan sosial sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dalam kegiatan Safari Perhutanan Sosial yang digelar di Tanjung Penyu, Kabupaten Malang, Sabtu (26/9/2026).
Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, Apri Dwi Sumarah, menyampaikan bahwa perhutanan sosial merupakan program afirmasi pemerintah yang memberikan akses pengelolaan kawasan hutan kepada masyarakat. Menurutnya, dari total alokasi 12,7 juta hektare, saat ini telah tercapai 8,46 juta hektare yang diberikan kepada 1,46 juta Kepala Keluarga (KK), atau sekitar 5 hingga 6 juta penerima manfaat langsung.
"Khusus Jatim, alhamdulillah capaiannya juga luar biasa, salah satu yang tertinggi, dan Jawa Timur banyak melakukan inovasi – inovasi, seperti Festival Mangrove, Jambore Perhutanan Sosial dan Safari Perhutanan Sosial ini yang baru pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. Jawa Timur sebagai gerbang baru nusantara dan juga menjadi rumah perhutanan sosial, sehingga nanti kita kalau mau belajar perhutanan sosial, kita belajarnya ke Jawa Timur,” kata Apri.
Apri juga menyampaikan bahwa perhutanan sosial bukan hanya sekadar memberikan akses kepada masyarakat, tetapi juga membangun berbagai kesempatan. Mulai dari kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, dunia usaha untuk berkolaborasi, hingga kesempatan bagi perempuan dan generasi muda untuk membangun ekonomi baru dengan tetap menjaga kelestarian alam.
"Mari kita jadikan Tanjung Penyu ini menjadi contoh bahwa hutan, sumber kesejahteraan tanpa kehilangan fungsi ekologisnya. Kepada Kelompok Perhutanan Sosial, teruslah membangun kelembagaan dengan kelestarian lingkungan dan usaha. Kita juga memperkuat kolaborasi bersama mitra, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dengan DPRD. Mari wujudkan perhutanan sosial untuk masyarakat sejahtera, hutan lestari untuk Indonesia,” tambahnya.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, mengatakan perhutanan sosial menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Menurutnya, pengembangan perhutanan sosial dapat berkontribusi terhadap pengurangan disparitas sekaligus membuka lapangan kerja sehingga turut membantu mengurangi pengangguran.
“Mudah-mudahan acara Safari Perhutanan Sosial ini menjadi titik pertama yang akan bergeser ke timur, bergeser ke barat dan kita bersama – sama untuk mengawalnya. Kita akan undang semua Bappeda kabupaten termasuk Bappeda kota Batu karena ada area perhutanan sosialnya untuk lebih mendetailkan, mempercepat agar perhutanan sosial di Jawa Timur yang alokasinya terbesar di Pulau Jawa ini segera mendapat kepastian untuk pengelolaannya,”harapnya.
Jumadi menambahkan, Safari Perhutanan Sosial diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan berbagai pihak dalam mengawal pengelolaan kawasan perhutanan sosial di Jawa Timur. Penguatan tersebut mencakup koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), agar potensi perhutanan sosial dapat dikembangkan secara lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Safari Perhutanan Sosial di Tanjung Penyu juga dikemas dengan sejumlah kegiatan yang mengangkat aspek budaya, kolaborasi, dan pelestarian lingkungan. Kegiatan dibuka dengan Tari Baskalan dan menghadirkan musisi Akhadi Wira Satriaji (Kaka Slank). Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas dukungan penyelenggaraan dan partisipasi aktif sebagai peserta Tim Ekspedisi 81 Gunung Arjuno 3339 MDPL.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasliaran penyu atau tukik di Pantai Tanjung Penyu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat pesan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat melalui perhutanan sosial perlu berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Melalui Safari Perhutanan Sosial, Pemprov Jatim bersama Kementerian Kehutanan mendorong pengelolaan kawasan hutan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengesampingkan fungsi ekologisnya. Kolaborasi lintas pihak diharapkan dapat memperkuat kelembagaan kelompok perhutanan sosial sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan di berbagai wilayah Jawa Timur.
