Forum Perangkat Daerah 2026, BPSDM Jatim Perkuat ASN Digital
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
BPSDM Jatim Gelar Forum Perangkat Daerah 2026
Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 bertema Talenta Digital Jatim Mendunia di Gedung Sasana Wiyata Praja BPSDM Jawa Timur.
Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris BPSDM Jawa Timur, Nurul Hayati, mewakili Kepala BPSDM Jawa Timur, Ramliyanto. Forum turut dihadiri Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara-Goa, para Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM kabupaten/kota, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta perguruan tinggi.
Sekretaris BPSDM Jawa Timur, Nurul Hayati, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan memperkuat transformasi digital dan pengembangan talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia menjelaskan bahwa penguatan talenta digital ASN menjadi kebutuhan mendesak seiring percepatan transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Talenta ASN saat ini tidak hanya dituntut memiliki ketelitian dan kecepatan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memanfaatkan teknologi digital, serta menciptakan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pelayanan publik,” ujarnya, melalui laman Dinas Kominfo Jatim, dilansir Jumat (6/2/2026).
Forum Perangkat Daerah ini juga menjadi wadah partisipatif sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, untuk menghimpun masukan dan usulan program pengembangan kompetensi ASN dari seluruh perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota.
“Melalui forum ini, kami berharap terbangun sinergi yang kuat sehingga perencanaan pengembangan kompetensi ASN Tahun 2027 benar-benar sesuai kebutuhan organisasi dan berdampak nyata pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Nurul menegaskan, tema Talenta Digital Jatim Mendunia bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menyiapkan aparatur yang profesional, adaptif, berwawasan global, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara etis.
“Melalui forum ini, kami berharap terbangun sinergi yang kuat sehingga perencanaan pengembangan kompetensi ASN Tahun 2027 benar-benar sesuai kebutuhan organisasi dan berdampak nyata pada peningkatan kualitas pelayanan publik," terangnya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, menekankan bahwa pengembangan talenta digital ASN harus berorientasi pada digital impact, bukan semata peningkatan digital skill.
Menurutnya, transformasi digital dikatakan berhasil apabila keterampilan digital ASN mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti layanan publik yang lebih cepat, efisien, transparan, dan akuntabel.
Ia menjelaskan bahwa strategi transformasi digital ASN mencakup peningkatan profesionalisme, pembelajaran berkelanjutan, kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi, serta penguatan sikap inovatif di lingkungan birokrasi.
Digital skill ASN meliputi penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, analisis data, pengelolaan layanan digital, pengembangan aplikasi pemerintahan, serta keamanan siber dan perlindungan data.
“Ingat pengembangan talenta digital ASN harus berkelanjutan, terintegritas dengan karier, dan berdampak langsung ke masyarakat,” pungkasnya.
