BPBD Bersama BNPB Rintis Program UMKM Jatim Tangguh Bencana
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 11 jam yang lalu
BPBD Jawa Timur dan BNPB Rintis Program SIAP SIAGA
Jatim Newsroom – Bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga berdampak pada terganggunya aktivitas usaha masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berangkat dari kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Program SIAP SIAGA, perangkat daerah, akademisi, komunitas, serta pelaku usaha menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian UMKM Tangguh di Ruang Siaga Kantor BPBD Jawa Timur.
Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo. Sementara secara luring hadir Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, Koordinator Program SIAP SIAGA Jawa Timur, Mambaus Su'ud, serta perwakilan pelaku UMKM dari berbagai daerah.
Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan berdiskusi untuk merumuskan strategi agar UMKM di Jawa Timur memiliki kemampuan bertahan, beradaptasi, dan bangkit lebih cepat ketika terdampak bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menegaskan bahwa membangun ketangguhan tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan.
"Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan solusi, mulai dari penguatan mitigasi risiko, diversifikasi usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pemasaran bagi pelaku UMKM," tegas Gatot dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat, diharapkan lahir rekomendasi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan rawan bencana.
Menurutnya, UMKM yang tangguh akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang lebih siap menghadapi bencana sekaligus lebih cepat bangkit menuju masa depan yang berkelanjutan.
Sementara itu, berdasarkan identifikasi awal, dampak bencana terhadap pelaku UMKM dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu dampak langsung dan dampak tidak langsung.
Dampak langsung meliputi kerusakan aset dan infrastruktur serta terganggunya operasional usaha. Adapun dampak tidak langsung antara lain terputusnya rantai pasok, hilangnya pendapatan, munculnya persoalan keuangan terutama terkait cicilan modal, hingga dampak psikologis yang dialami pelaku usaha.
