Arumi Bachsin Lanjutkan Kepemimpinan Perwosi Jatim 2026-2030
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 17 jam yang lalu
Arumi Bachsin Pimpin Perwosi Jatim 2026–2030
Kominfo Jatim – Arumi Bachsin Emil Dardak kembali dipercaya memimpin Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jawa Timur untuk periode 2026–2030. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Sidang Pleno yang diikuti 36 perwakilan kabupaten/kota di Kantor Inspektorat Provinsi Jawa Timur, Sidoarjo.
Terpilihnya kembali Arumi menandai keberlanjutan kepemimpinan yang telah dijalankannya sejak periode 2018–2022 dan berlanjut pada periode 2022–2026. Konsistensi kepemimpinan tersebut dinilai mampu menjaga kesinambungan program pengembangan olahraga perempuan di Jawa Timur, sekaligus memperkuat sinergi antara Perwosi, pemerintah daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), organisasi kesehatan, hingga berbagai komunitas pemberdayaan perempuan.
Dalam sambutannya usai terpilih, Arumi menegaskan bahwa salah satu fokus utama kepengurusannya adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap olahraga, khususnya bagi perempuan. Menurutnya, olahraga tidak lagi sekadar aktivitas rekreasional, melainkan harus menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Tantangan setiap tahun ada saja. Makin sulit dan dinamis tapi di setiap tantangan itu ada kesempatan. Kami mengharapkan bantuan, semangat dan support dari ibu-ibu sekalian untuk membawa olahraga sebagai life style atau gaya hidup bagi perempuan khususnya di Jawa Timur,” ungkapnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (22/6/2026).
Arumi meyakini bahwa olahraga yang menjadi bagian dari gaya hidup perempuan akan memberikan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya bagi kesehatan individu, tetapi juga terhadap kesehatan keluarga dan produktivitas sosial ekonomi masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Perwosi Jatim diharapkan dapat menjadi jembatan antara program kesehatan masyarakat dan kebijakan pemberdayaan perempuan. Melalui pendekatan tersebut, perempuan didorong untuk menjadi agen perubahan dalam membangun pola hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Perwaprov Jadi Wadah Pembinaan Atlet Perempuan
Salah satu program strategis yang akan terus didorong adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Perwosi (Perwaprov). Ajang ini direncanakan berlangsung setiap tahun genap sebagai pelengkap kalender olahraga daerah dan pendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Perwaprov diharapkan menjadi ruang kompetisi yang lebih luas bagi atlet perempuan, sekaligus menjadi sarana regenerasi dan peningkatan kualitas atlet di daerah.
“Sudah dari awal tahun, teknis penyelenggaraan Perwaprov kita kawal hingga kepada Pak Sekdaprov Jatim. Kami mohon dukungan juga dari ibu-ibu Perwosi di daerah untuk bisa memfollow up melalui Dispora masing-masing,” ucap Arumi.
Menurutnya, pengiriman atlet ke Perwaprov perlu menjadi bagian dari program rutin pemerintah daerah melalui Dispora, sehingga pembinaan atlet perempuan dapat berjalan lebih berkelanjutan dan tidak bergantung pada periodisasi organisasi semata.
Dengan dukungan tersebut, akses terhadap pendanaan, fasilitas latihan, serta program pembinaan yang profesional akan semakin terbuka. Selain itu, frekuensi bertanding yang lebih tinggi diyakini dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi atlet perempuan.
“Semakin sering bertanding, atlet semakin punya kesempatan mengasah prestasi. Prestasi itu kemudian menjadi visi dan motivasi mereka untuk naik ke jenjang kompetisi lebih tinggi,” ucapnya optimis.
Dari sisi sosial, gerakan menjadikan olahraga sebagai gaya hidup juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan kesehatan di Jawa Timur. Perempuan yang sehat dan aktif diharapkan mampu menularkan kebiasaan hidup sehat kepada keluarga, meningkatkan kualitas hidup anak, serta membangun komunitas yang lebih produktif.
Melalui kepengurusan baru ini, Perwosi Jatim mengajak perempuan untuk menjadi sosok yang cerdas, modern, dan aktif dengan menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan Indonesia yang semakin kuat.
Ke depan, tantangan utama Perwosi Jatim adalah menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam program yang terukur, mulai dari kampanye perubahan pola pikir, integrasi Perwaprov dalam kebijakan Dispora, peningkatan kapasitas pelatih perempuan, hingga penguatan sistem monitoring terhadap dampak program bagi kesehatan masyarakat.
Jika seluruh langkah tersebut dapat dijalankan secara konsisten, Perwosi Jatim diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan prestasi olahraga perempuan, tetapi juga memperkuat pemberdayaan perempuan dan kualitas kesehatan masyarakat di Jawa Timur.
