Reyog hingga Orkestra Ramaikan Upacara HUT RI ke-81 di Grahadi
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Reyog Kyai Lodra Meriahkan Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Grahadi
Kominfo Jatim - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026), berlangsung meriah. Upacara Penurunan Bendera Merah Putih tidak hanya menjadi momentum penghormatan terhadap kemerdekaan, tetapi juga dimeriahkan berbagai penampilan seni dan kreativitas generasi muda Jawa Timur.
Sejumlah pertunjukan turut mewarnai rangkaian upacara, di antaranya Reyog Kyai Lodra binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Marching Band Bhahana Swara Sangkakala Bhawana dari SMA Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang, serta kolaborasi paduan suara dan Jawa Timur Youth Orchestra.
Beragam penampilan tersebut menunjukkan kekayaan seni, budaya, pendidikan, dan kreativitas generasi muda Jawa Timur dalam mengisi momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu pertunjukan yang menjadi perhatian adalah penampilan Reyog Kyai Lodra. Kelompok seni tersebut baru saja meraih predikat Juara Umum sekaligus Penyaji Terbaik Pertama pada Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026.
Pada kesempatan tersebut, Reyog Kyai Lodra membawakan tari kolosal bertajuk “Kedaulatan Pangan Jawa Timur” yang melibatkan 155 orang. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di halaman Gedung Negara Grahadi.
Sutradara Reyog Kyai Lodra, Dhimas Respati, mengatakan pertunjukan tersebut mengangkat pesan mengenai kedaulatan pangan Jawa Timur. Pesan itu disampaikan melalui perpaduan seni tradisi, koreografi, musik, serta keterlibatan para seniman dan pendukung pertunjukan.
“Pertunjukan ini membawa tema kedaulatan pangan Jawa Timur. Kami ingin menyampaikan pesan melalui seni bahwa pangan merupakan bagian penting dari kedaulatan bangsa,” ujar Dhimas.
Menurutnya, keterlibatan 155 orang menjadi bagian dari upaya menghadirkan pertunjukan kolosal yang kuat secara visual, sekaligus tetap mempertahankan karakter seni Reyog Ponorogo.
Penampilan di Gedung Negara Grahadi juga menjadi momentum bagi Reyog Kyai Lodra setelah mencatat prestasi pada FNRP XXXI Tahun 2026. Raihan Juara Umum dan Penyaji Terbaik Pertama menjadi motivasi untuk terus mengembangkan seni tradisi agar semakin dikenal dan diterima masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam pertunjukan tersebut, Reyog Kyai Lodra didukung tim kreatif yang terdiri atas Sutradara Dhimas Respati. Komposisi musik digarap Suwandi Widianto, Karvian Vega Alfian, dan Yudhistira Sukma Nugraha. Sementara koreografi ditangani Dhimas Respati, Irfan Nur Mahmudi, dan Agus Setyawan, dengan Joko Susilo sebagai kurator seni.
Kemeriahan upacara juga diperkuat penampilan Marching Band Bhahana Swara Sangkakala Bhawana dari SMA Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang. Di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, penampilan tersebut melibatkan 113 orang.
Bhahana Swara Sangkakala Bhawana merupakan salah satu tim marching band berprestasi dari Jawa Timur. Berbagai capaian di tingkat nasional maupun internasional menjadi bagian dari perjalanan kelompok tersebut dalam mengembangkan kemampuan seni musik dan marching band di kalangan pelajar.
Penampilan para pelajar tersebut sekaligus menunjukkan peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan melalui prestasi, kreativitas, kedisiplinan, dan kerja sama.
Suasana semakin semarak dengan penampilan kolaborasi paduan suara yang melibatkan 200 generasi muda, terdiri atas siswa-siswi SMA dan mahasiswa. Mereka tampil bersama Jawa Timur Youth Orchestra yang beranggotakan 15 pemusik.
Kolaborasi tersebut mempertemukan sejumlah institusi pendidikan yang memiliki eksistensi dan prestasi di bidang paduan suara, yakni Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Ciputra, SMA Negeri 1 Manyar, gabungan SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Jombang, serta SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo.
Perpaduan paduan suara dan orkestra menciptakan suasana musikal yang semakin memperkuat kekhidmatan sekaligus kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Timur.
Rangkaian penampilan tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak sekadar menjadi seremoni kenegaraan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelestarian budaya sekaligus aktualisasi prestasi dan kreativitas generasi muda.
Dari seni tradisi Reyog Ponorogo, kekuatan musik marching band pelajar, hingga harmonisasi paduan suara dan orkestra, seluruhnya berpadu dalam semangat memperingati kemerdekaan sekaligus menunjukkan potensi seni dan kreativitas Jawa Timur.
Momentum di Gedung Negara Grahadi Surabaya tersebut menjadi gambaran bahwa seni dan budaya dapat hadir berdampingan dengan kegiatan kenegaraan. Lebih dari itu, keberagaman penampilan generasi muda menjadi medium untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya, memperkuat semangat kebangsaan, dan menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.
