Rakor OPOP Jatim Perkuat Sinergi Pengembangan OPOP
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Rakor Pengembangan One Pesantren One Product Jawa Timur Tahun 2026
Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan ekonomi berbasis pesantren melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di Kota Surabaya.
Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Jazuli, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa rakor ini memiliki peran strategis. Dengan jumlah pesantren terbesar dan basis ekonomi kerakyatan yang kuat, Jawa Timur dinilai memiliki posisi penting dalam mempercepat pengembangan ekonomi syariah, baik di tingkat regional maupun nasional.
Ia menambahkan, pesantren perlu dibekali kemampuan kewirausahaan dan keterampilan guna mendorong kemandirian ekonomi. Program OPOP dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya tersebut, sehingga melalui rakor ini diharapkan lahir langkah-langkah konkret yang mudah diimplementasikan.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas dukungan dan inovasi berbagai pihak dalam penguatan program OPOP, di antaranya Dinas Koperasi dan UKM melalui fasilitasi kelembagaan, sertifikasi, perluasan pasar, hingga pembiayaan, serta program terbaru Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu (Pesawat).
Kolaborasi juga dilakukan bersama ITS melalui OPOP Training Center, UNUSA, Bapenda Jatim melalui Samsat OPOP, Bank Indonesia dalam digitalisasi pembayaran, serta Bank Jatim Syariah melalui layanan perbankan syariah.
"Jawa Timur sebagai gerbang baru nusantara menjadi penbhubung berbagai daerah tertutama untuk Indonesia bagian timur, sehingga partisipasi pesantren adalah salah satunya adalah untuk membentuk SDM unggul untuk melanjutkan ekonomi di Jawa Timur. Alumni pesantren betul – betul menjadi penggerak ekonomi,“ pungkasnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Rabu (22/4/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, sekaligus meningkatkan pemahaman strategi pengembangan melalui benchmarking koperasi sukses.
Rakor ini diikuti 170 peserta dari 100 pesantren peserta OPOP 2026, 10 peserta terbaik periode 2019–2025, serta anggota Tim Eko-Tren OPOP Jawa Timur. Selain itu, 100 pesantren lainnya turut mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan berbagai dukungan, antara lain sertifikat badan hukum koperasi, sertifikat halal, sertifikat merek HAKI, bantuan 1.000 koperasi pesantren inovatif, santunan BPJS Ketenagakerjaan, serta peluncuran program Pesawat OPOP Jatim 2026.
