Pemprov Jatim Siapkan Rp276 Miliar untuk Tunjangan Profesi Guru
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Pemprov Jatim Siapkan Tunjangan Profesi Guru
Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satunya melalui upaya pemenuhan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang saat ini tengah diproses agar dapat direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan Pemprov Jatim sedang menyiapkan legalitas agar anggaran TPG yang semestinya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dipenuhi melalui APBD, sehingga hak para guru tetap dapat diberikan.
“Kita sedang berproses untuk mendapatkan legalitas terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG), yang semestinya merupakan anggaran dari APBN. Namun, kami akan menyiapkannya melalui APBD karena memang para guru tersebut seharusnya sudah mendapatkan haknya,” ujar Khofifah usai menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., di Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Khofifah, proses tersebut telah mendapatkan dukungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kementerian terkait. Bukti serta dasar administrasi untuk pemenuhan TPG juga telah diproses melalui Direktorat Jenderal terkait.
Selanjutnya, kata Khofifah, Kementerian Dalam Negeri akan menyampaikan surat kepada Kementerian Keuangan agar mekanisme tersebut dapat diintegrasikan dalam Perubahan APBD (P-APBD) tahun ini.
“Akan ada surat dari Kementerian Dalam Negeri kepada Kementerian Keuangan untuk memastikan proses tersebut dapat diintegrasikan ke dalam perubahan APBD (P-APBD) tahun ini. Nilainya sekitar Rp276 miliar,” ungkapnya.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Khofifah juga menerima Penghargaan Dwija Praja Nugraha dari PB PGRI yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.
Penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya melalui dukungan terhadap guru dan tenaga kependidikan.
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong terwujudnya pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, guru merupakan elemen utama dalam membangun pendidikan yang berkualitas sehingga peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru harus menjadi perhatian bersama.
“Kami melihat bahwa guru merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, penghargaan ini pada dasarnya merupakan bentuk apresiasi kami yang utama kepada Ibu Gubernur atas komitmen yang luar biasa terhadap dunia pendidikan,” kata Unifah.
Ia menjelaskan, Penghargaan Dwija Praja Nugraha diberikan melalui proses penilaian yang ketat kepada kepala daerah yang menunjukkan komitmen nyata terhadap kemajuan pendidikan.
Unifah juga mengapresiasi kesediaan Gubernur Khofifah menerima audiensi di tengah padatnya agenda pemerintahan. Menurutnya, komitmen kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat melalui sinergi antara pemerintah, guru, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain membahas kesejahteraan guru, audiensi juga menyoroti penguatan kompetensi pendidik di era transformasi digital. PGRI mendorong peningkatan kapasitas guru melalui penguasaan teknologi, termasuk coding dan Artificial Intelligence (AI).
Di Jawa Timur, sebanyak 200.000 guru telah mengikuti pelatihan coding dan AI sebagai bagian dari upaya mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Pada kesempatan tersebut, PB PGRI juga mengundang Gubernur Khofifah untuk menghadiri kegiatan Go Public Fund/Fun Education yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 15 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan untuk memperkuat komitmen pemerintah terhadap investasi dan pendanaan pendidikan publik yang memadai agar layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Unifah berharap pengalaman dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan dapat menjadi inspirasi sekaligus memperkuat gerakan bersama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu.
Audiensi tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan PB PGRI dalam mendorong transformasi pendidikan melalui pemenuhan hak guru, peningkatan kompetensi, serta penguatan investasi di sektor pendidikan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan berbagai kebijakan pendidikan semakin responsif terhadap kebutuhan guru dan peserta didik sekaligus memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.
