Pasar Murah ke-59 Jatim Dorong UMKM dan Tekan Inflasi


Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-59 di Sidoarjo

Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-59 di Sidoarjo

Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah ke-59 sebagai upaya konkret dalam mengendalikan inflasi serta memperkuat ketahanan pangan pada tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Desa Sedatiagung, Kabupaten Sidoarjo, ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut hadir meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Program pasar murah ini menyediakan berbagai komoditas pangan strategis serta produk Industri Kecil Menengah (IKM) dengan harga bersubsidi.

Dalam kegiatan ini, Bulog Jawa Timur menyalurkan 10 ton beras SPHP, 500 kilogram beras premium, serta 360 bungkus Minyakita. Seluruh komoditas tersebut dijual di bawah harga pasar sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Sejumlah kebutuhan pangan dijual dengan harga lebih rendah, antara lain beras SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, serta bawang merah Rp7.000 per 250 gram.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur sebagai leading sector, yang didukung oleh Dinas Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bulog, serta Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol Hermawan, mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga. Menurutnya, kebijakan subsidi yang diberikan mampu menekan harga hingga Rp2.000 dari harga acuan.

“Kegiatan ini sangat luar biasa. Kreativitas pemerintah daerah dalam memberikan subsidi sangat membantu masyarakat dan berdampak positif bagi pelaku UMKM,” ujarnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Kamis (9/4/2026).

Pasar murah ini tidak hanya berperan dalam menjaga kestabilan harga, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan pelaku IKM dalam distribusi produk kepada masyarakat. 

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait