Jelang HUT RI, Khofifah Gelar Pasar Murah dan Bagikan Bendera
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Pasar Murah ke-89 di Kabupaten Gresik
Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim kembali menggelar Pasar Murah ke-89 di Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, serta Halaman Balai Dusun Karangtumpuk, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, meninjau langsung pelaksanaan pasar murah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga membagikan Bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai bagian dari semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Khofifah mengatakan, pengibaran Bendera Merah Putih seyogianya, bahkan diwajibkan, dilakukan oleh seluruh warga negara mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut membagikan bendera kepada masyarakat.
“Masuk 1 Agustus. Jadi, tanggal 1 sampai 31 Agustus seyogianya, bahkan diwajibkan, seluruh warga bangsa mengibarkan Bendera Merah Putih,” ujar Khofifah, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (3/8/2026).
Menurutnya, pembagian bendera tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang bendera di rumahnya sudah pudar, rusak, atau bahkan tidak lagi memiliki bendera.
“Kita ini mensubstitusi saja. Siapa tahu bendera di rumah mungkin sudah kurang terang warnanya atau mungkin bahkan hilang benderanya. Enggak usah beli, hari ini langsung dipasang 1 Agustus sampai dengan tanggal 31 Agustus 2026 ini,” katanya.
Selain membagikan bendera, Khofifah menegaskan bahwa pelaksanaan Pasar Murah merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semangat kita membangun negeri mudah-mudahan berseiring dengan upaya kita membangun penguatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama di Jawa Timur,” tuturnya.
Menurut Khofifah, Pasar Murah terus dimaksimalkan sebagai sarana untuk menyapa masyarakat sekaligus menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Kita memaksimalkan hari-hari ini untuk menyapa masyarakat dengan menyiapkan logistik yang sangat terjangkau karena memang harganya jauh di bawah harga pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok menjadi faktor penting untuk memastikan ketersediaan logistik di setiap rumah tangga tetap aman sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
“Keterjangkauan logistik ini menjadi penting. Pastikan bahwa logistik di rumah-rumah warga itu aman sehingga hidupnya juga lebih tenang,” ungkapnya.
Melalui penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berharap stabilitas harga serta laju inflasi dapat terus dikendalikan.
“Berikutnya, tentu harapan kita inflasi ini terus bisa kita kendalikan,” pungkas Khofifah.
Pada pelaksanaan Pasar Murah kali ini, total nilai transaksi mencapai Rp66.883.000. Jumlah tersebut terdiri atas transaksi bahan pokok sebesar Rp63.010.000 dan transaksi produk UMKM senilai Rp3.873.000.
Sejumlah komoditas bahan pokok yang disediakan, antara lain beras SPHP, beras premium, gula, Minyakita, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, tepung, cabai rawit merah, dan cabai merah besar, habis terjual. Sementara itu, daging ayam ras terjual sebanyak 124 kilogram dari total stok 130 kilogram.
